40 Nasabah Menunggu Penyelesaian Kewajiban Dari PT. Pan Arcadia Capital dan PT. Narada Asset Management

Betawipost – Jakarta sebanyak 40 nasabah korban investasi produk Reksadana PT. Pan Arcadia Capital dan PT. Narada Asset Management Menunggu Penyelesaian Kewajiban.

Terkait NAM dan PAC, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah melakukan suspensi pada 13 November 2019. Saat itu, NAM dan PAC diduga telah gagal bayar atas sejumlah produk reksadananya Dampaknya, nilai aset bersih (NAB) reksadana NAM dan PAC juga ikut jatuh.

“Pertemuan Nasabah dengan perusahaan yang di fasilitasi oleh OJK, yang mana OJK sudah memerintahkan kepada perusahaan untuk mengembalikan dana pengelolaan para nasabah sekitar 70 milyar, ” ujar Afdhal.

Nasabah tersebut tergabung dalam Gerakan Upaya Hukum terus mempertanyakan bagaimana peran OJK memfasilitasi terhadap banyak kasus gagal NAM dan PAC.
Ketua Advokasi Benteng Jokowi Afdhal Muhammad menjelaskan, efek suspend yang dilakukan oleh OJK sejak bulan November 2019 membuat 40 nasabah tidak jelas hingga saat ini.

Faktanya selama 3 kali pertemuan kita hanya diberikan janji atau PHP dari pihak perusahaan.

Selanjutnya dari pihak nasabah Adi Putra mengatakan
Pihak NAM tidak memperkenankan kita untuk Redencien (mencairkan dana) padahal Redencien diperkenankan, alasan mereka tidak ada uang.

Menurut Adi permasalahan ini sudah di fasilitasi pihak OJK yg diwakilkan oleh Bp. Husein menyatakan dengan tegas kepada pihak NAM agar menyampaikan proposal pengembalian uang nasabah dalam satu minggu ini.

Ketua Umum Benteng Jokowi Jack Tumewan dalam wawancaranya dengan para media, Jumat (20/10/20,) menegaskan ini pertemuan yg ke 4 yang di fasilitasi oleh OJK.

“Dalam 3 kali pertemuan pihak perusahaan hanya diam saja, semestinya mereka punya inisiatif untuk mengembalikan dana nasabah,”tegas Jack.

Jack juga menghimbau kepada Kapolri dan Presiden dan Dinas terkait supaya kasus kasus seperti ini harus segera ditangani dan jangan dibiarkan seperti sekarang ini, regulasinya harus diperketat,”tutup jack.