Alumni Trisakti Mengadakan Kegiatan Sarasehan Politik Reformasi98


Otoritasnews.com -Jakarta. Selasa sore 19/3 Alumni Trisakti mengadakan kegiatan sarasehan politik acara ini mengingatkan sekaligus menjadi tema ” Sepenggal Sejarah Reformasi 98 yang Tercecer.

Acara ini diadakan dijalan HR.Rasuna Said .No 22 yang di hadiri oleh para aktivis aktivis 98 yang pada waktu itu ikut berjuang demi rakyat dan reformasi diantaranya andrian napitupulu, FKSMJ, arias sinulingga aktivis ITB ,Tohab sila Aktivis Trisakti, Wahab Talaohu Aktivis Vamred, Arie Purnama dan masih banyak pula yang hadir.


Kamipun mencoba mewawancarai salah satu Aktivis 98 Joshua Napitupulu sekaligus panitia pelaksana yang juga merupakan Alumni Trisakti, beliau menjelaskan ,” kegiatan pada sore hari ini adalah Kegiatan sarasehan yang mana kami alumni Trisakti membetuk Keluarga Besar Kampus Reformasi 98 kami yang ada disini Alumni mahasiswa Trisakti dan juga para pekerja yang ada di kampusTrisakti.”terang Joshua
Beliau juga mengatakan terkait Selingan danTema hari ini ” Kami Menolak Lupa” Sepenggal Sejarah Reformasi 98 yang Tercecer ” , Kami pada waktu itu melakukan gerakan moral memaksa, akan tetapi hari ini sangat ironis penumpang gelap reformasi mensimbiosis dengan mereka portofolio dengan orde baru bahkan yang lebih strategis lagi mereka mengklaim bahwa mereka adalah kaum kaum perubahan , hanya kami bersama sama kawan kawan yang pada saat itu berjuang tetap satu wadah dalam Kampus Reformasi, membuka komunikasi dengan kawan kawan 98 untuk melakukan kegiatan sarasehan ini,” jelasnya

Lanjut Joshua ,” kita hari ini merasa bahwasanya kita harus turun ke masyarakat untuk mengingatkan bahwasanya Reformasi bukan penggalan cerita, itu merupakan suatu catatan sejarah anak bangsa yang mana pada saat mahasiswa tertembak, teman-teman kita yang hilang bahkan yang meninggal dunia itu hanya karena suatu perubahan , tetapi pada hari ini masyarakat atau generasi yang selanjutnya harus mengetahui bahwasanya ada penggalan sejarah atau cerita tentang reformasi ini,”terang joshua

Joshua berharap,” ketika pada waktu itu sukarno mengatakan jas merah jangan sekali kali meninggalkan sejarah ,sejarah ini menjadi beban buat kami ,kami punya beban sejarah dan kami akan sampaikan sejarah, terkait aktifis aktifis yang hilang ini adalah merupakan agenda 5 tahunan , kita tidak sampai jauh kesana akan tetapi jujur saja berharap sekali kasus-kasus 98 harus di tuntaskan,siapapun pemerintahannya akan tetap menanggung beban kasus tersebut,”tutup Joshua Napitupulu(YM)