Diskusi Ke 10 Vox Point Indonesia : KPK Di Persimpangan Jalan?

Betawipost.co.id,Jakarta – Vox Point Indonesia sebagai lembaga kajian, lembaga kader dan lembaga edukasi dalam diskusi yang ke 10 kali ini memotret seleksi anggota KPK dengan mengambil tema “KPK Di Persimpangan Jalan ?(Kontrol KekuasaanVS Perang Total Pemberantasan Korupsi).

Kegiatan diskusi di Sanggar Prativi  Building Kawasan Pasar Baru Jakarta Pusat,Jumat(5/6/2019).

Nara sumber yang hadir Masinton Pasribu Politikus PDIP, Dr. Santrawan T.Paparang Praksi Hukum, dan Pengamat Parlemen Lucius Karus.

Masinton Pasaribu Politikus PDIP dalam kesempatannya mengatakan salah satu agenda revormasi berantas korupsi, “sejak KPK di bentuk 2004 sampai sekarang ada kemajuan,  pemberantasan korupsi seakan akan hanya KPK saja yang bisa melakukan, kewenangan polisi tidak diberikan kewenangan.
KPK diberi anggaran dari penyidikan sampai keperkara , KPK juga diberi kewenangan mengatur dirinya
KPK memang diberi Superbody”, ujar Masinton.

Masinton melanjutkan “Hanya KPK yang punya mencegah dan anggaran pencegahannya begitu besar. KPK sudah merasa di zona yang nyaman karena tidak terbuka untuk kritik dan masukan .
KPK ini dibentuk satu semangat karena di orde baru korupsi ada dimana mana”, ujar Masinton.

Menurut Masinton Pasaribu, “Pansel calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus mencari orang-orang pemberani dalam menakhodai lembaga antirasuah ke depan”, tegas Masinton.

Sementara Praktisi Hukum Dr.Santrawan T.Paparang  mengatakan KPK berhak melakukan pencegahan dan monitorring, KPK diberikan kewenangan sesuai undang-undang untuk pengambilan apa bila ada kasus yang tidak bisa ditemukan oleh POLRI, yang penting kasus kepentingan negara”, ujar Dr.Santrawan T.Paparang.

“Kita selalau bertentangan dengan DPR karena cara pandang yang berbeda dan beberapa lembaga lembaga mengatakan KPK lebih dipercaya dari pada DPR”, Lucius Karus Pengamat Parlemen (Formappi).

KPK hadir ingin mengoreksi kepolisian , ingin mengoreksi DPR. Banyak yang dilakukan KPK tapi tidak disampaikan ke Publik “, pungkas Lucius Karus

(Ria)