Eksekusi Tanah Seluas 1200 Meter di Jalan Al Amin Keramat Jati Akhirnya di Gelar

 

 

Betawipost – Jakarta,kamis 6/2/2020 Eksekusi tanah di wilayah kelurahan keramati Rt 02 Rw 06 Jakarta Timur, 1200 meter lahan yang di miliki oleh ahmad Fauzi dengan atas nama tanah hj. Farida Almarhum akhirnya kembali , berdasarkan putusan pengadilan Jakarta Timur dengan nomer perkara perdata No 31 /PDTG/1991 JO Perkara No 265/PDTG/1997 yang dimenangkan Oleh ahli waris Beni Hidayat.

kurang lebih 17 rumah di kosongkan setelah dibacakan putusan oleh pegadilan dan pengosongan rumah wargapun berjalan dengan lancar Tanpa ada perlawanan dari pihak tereksekusi.

Dalam proses eksekusi diterjunkan pengamanan dari pihak aparat kepolisian dan TNI untuk berjaga jaga di wilayah area eksekusi. Tampak terlihat pihak Satpol PP membantu proses pengangkutan barang yang berasal dari salah Satu madrasah yang berada dilahan milik Hj. Farida

H.Tonny Sapto.SH selaku Kuasa Hukum pemohon menjelaskan ,”Terkait eksekusi tanah ini sudah dilaksanakan setelah putusannya telah di bacakan walau pun belum selesai dikarenakan waktu dan juga ada warga yang belum bisa pindah dan meminta tenggang waktu selama 7 hari .” Terang Pengacara

Kemudian dia juga mengatakan,”terkait sosialisasi aparat semua sembilan instansi termasuk warga sekitar kemudian pemuka masyarakat Rt,Rw,lurah bicara dan camat bicara semua sudah selesai.”ucap H.Tonny pengacara pemohon

Lanjut Pengacara,” mengenai isu yang terkait dimana eksekusi ini berdekatan dengan masjid yang mana menurut informasi masjid tersebut itu akan dieksekusi juga itu tidak benar karena itu sudah di dihibahkan kepada pemda ada aktenya juga dan semuanya jelas dan kepada pihak termohon yang masih keluarga tetap mereka menerima haknya sesuai hukum syariat islam,”ucap H.Tonny

“Harapan kepada warga agar tidak ada lagi yang merasa dirugikan lagi ,pemohon itu sejak tahun 1970 tidak menikmati dengan adanya pihak pengadilan pihak penggugat dan termohon pun sudah tidak melihat lagi untung rugi sudah bersepakat dan pihak termohon sudah menerima maafnya,”ujarnya

Senada dengan pihak pemohon Beni Hidayat atau ahli waris mengatakan ,” bahwa sebenarnya kasus ini sudah pernah diputuskan oleh makamah agung pada tahun 1991dan yang kedua pada tahun 1995 karena memang belum bisa di eksekusi karena keterbatasan dana dan pihak warga pun tahu hal tersebut,”ucapnya

Terkait sertifikat yang bermunculan di lahan tersebut termohon mengatakan,” silahkan saja karena sudah diputuskan oleh pihak makamah agung pada tahun 1991 dan saya juga bingung kenapa sudah ada putusan terbit sertifikat dan setahu saya tanah dalam perkara  surat – surat tidak bisa diterbitkan ,dari mana ? , semua sudah saya serahkan pada pengacara saya terkait hal ini ,” jelasnya

Saya berharap masalah ini bisa tuntas terkait masalah hibah lahan masjid saya sudah dihibahkan dan kebetulan nenek saya semenjak beliau masih hidup dia juga mengatakan menghibahkannya kepada masjid,” ucap Beni Hidayat

M.Taher Darlen selaku yang diberikuasa oleh pihak pemohon menambahkan,” Alhamdulillah terimakasih kepada pihak pihak yang telah membantu dalam pelaksanan pengamanan eksekusi tanah ini yaitu pihak kepolisian ,TNI dan SatpolPP yang walaupun masih belum selesai pelaksanaan pengangkatannya paling tidak pihak kejaksaan sudah melaksanakan eksekusi atau pembongkaran tanpa ada hal hal yang tidak diinginkan,”urainya

Terkait sisa bangunan yang belum terbongkar M.Taher mengatakan ,” saya tadi diberikan kuasa untuk melakukan penjagaan
Selama 7 hari kedepan hingga tanggal 13 Febuari 2020 untuk bangunan toko material karena barang barang belum diangkat setelah itu baru kami bongkar dan untuk bangunan yang lainya akan bongkar secara manual,”ujarnya

diharapkan agar kegiatan pembongkaran bangunan ini berjalan dengan lancar sehingga tidak terjadi hal hal yang diinginkan karena ini sudah sesuai dengan aturan yang sudah diumumkan oleh pihak pengadilan,” tutup M.Taher. ( dd)