Garda NTT Menggelar Diskusi Kaderisasi dan Pendidikan Politik Generasi Milenial

Betawipost  – Jakarta – Garda NTT menyelenggarakan acara diskusi yang bertema “Kaderisasi dan Pendidikan Politik Generasi Milenial NTT” yang bertempat di Anjungan NTT Taman Mini Indonesia Indah Jakarta Timur , pada Selasa siang (2/2/2020).

Kegiatan diskusi ini bertujuan untuk memperdalam ilmu pendidikan politik kepada kaum Milenial utamanya warga Milenial dari Nusatenggara Timur.”ujar Marlin

Marlin Barto sebagai moderator membuka acara diskusi dengan mengatakan “Politik adalah aspek dari semua sumber kita, inilah yang harus kita diskusikan hari ini, agar generasi milenial bisa tampil paling depan dalam merealisasikan pendidikan politik, kata Marlin Barto.

Marselinus Ade Wawo, SH sebagai narasumber petama memaparkan sebagai manusia kita harus meyakini diri kita, dan percaya kepada Tuhan YME serta orang orang di sekeliling kita . Untuk menjadi pemimpin harus bisa memimpin diri kita sendiri dulu, pikiran harus positif”, katanya.

Untuk menjadi lebih baik perlu ada inovasi-inovasi, membangun mental yang lebih baik”, tegasnya.

Sementra MM Ardy Mbalembout,SH.MH, Sekertaris Divisi Advokasi DPP Partai Demokrat, mengatakan kita harus menghargai Pancasila jangan mudah terprovokasi dengan berita yang sifatnya menghasut.

“Untuk membuat sesuatu kita harus menjadi kaderisasi dipartai politik, karena tanpa partai polotik kita tidak bisa mencapai tujuan kita untuk merubah aturan aturan di negara kita ini”? kata MM Ardy.

“Modal utama untuk sukses adalah perlu kejelasan sosial, dan kejelasan pendidikan dan mampu membangun lingkungan sekitar”, terangnya.

Sementara Yons Ebit Ketua Garda NTT menambahkan bahwa diskusi ini untuk pemahaman pendidikan politik dan mendorong generasi milenial proaktif dalam mendukung progam pemerintah untuk pembangunan bangsa dan negara”, ujar Yons.

Yons berharap generasi milenial mereka betul – betul menjadi generasi bermanfaat bagi keluarga masyarakat maupun organisasi khususnya dalam mengimplementasikan hasil pemahaman pendidikan politik tetsebut”, harap Yons.(dd)