Gerakan Pemuda Islam Gelar Mimbar Bebas Terkait Undang Undang Omnibuslaw

Betawipost-Jakarta, Gerakkan Pemuda Islam menggelar Mimbar Bebas terkait Undang-undang Cipta Kerja yang bertemakan  Tunduk Tertindas Atau Bangkit Melawan, Lawan Penindasan Penjajahan Jaman Baru, acara  ini laksanakan di Jl. Menteng Raya no
58 Kebon Sirih Jakarta Pusat, pada senin sore (12/10/2020).

Didalam acara ini tampak hadir beberapa para aktifis-aktifis yang datang dari mahasiswa dan masyarakat umum yg berorasi untuk menolak RUU Omnibuslaw seperti Himpunan Mahasiswa Indonesia, Gerakan Pemuda Alwasiah, GMNI (Gerakkan Mahasiswa Indonesia), BPPKB Warung Banteng, Format Buruh Jakarta, Hamas, PIMN, ISMAHI Jakarta, Organisasi Senat Indonesia, Gerakkan Pemuda Indonesia dan lain-lain.

Faisal Mathelu dari Organisasi Senat Indonesia mengatakan bahwa persoalan yg menjadi polemik di Indonesia saat ini adalah lahirnya RUU Omnibuslaw Cipta Kerja pada tangal 5 Oktober 2020, kami merasa sebagai mahasiswa terpanggil untuk mengatakan Tolak Omnibuslaw dan kami turun ke jalan pada tanggal 8 Oktober 2020 tempo hari kami berharap perjuangan kami jangan di gadaikan, kami mempertanyakan tentang RUU Omnibuslaw Cipta Kerja yang tidak tau dari mana asalnya dan isinya yang sudah beredar di masyarakat Indonesia. Sedangkan Presiden Indonesia Jokowi Widodo berkata berita yang beredar di masyarakat dan sosial media adalah Hoax hal itu tidak mungkin, karena berita yang beredar keluar dari pemerintah pusat,” kata Faisal.

Lanjut Faisal bahwa dengan lahirnya RUU Omnibuslaw Cipta Kerja semua adalah terpusat dengan alasan untuk menghindari para oknum untuk melakukkan tindak korupsi. Sedangkan Omnibuslaw dijadikan bisnis dan hanya menguntungkan bagi pengusaha-pengusaha dan merugikan para buruh, omnibuslaw hanya membuat buruh Indonesia menjadi budak di negeri sendiri.

Kami menolak RUU Omnibuslaw karena ada sedikit kejanggalan yang sudah tersebar di Indoneisa, tidak terarah dan efisien. Apakah sudah masuk ke berita negara apakah ada sosialisasi tetapi dlm jangka 1 thn RUU itu keluar. Bahwa RUU keluar begitu cepat,” ujar Bung Sen dari Aktifis Himpunan Mahasiswa Islam

Sekjen GPI mengatakan terkait UU Cipta Kerja agar segera di batalkan Karena sangat merugikan nasib buruh Dan masyarakat,”ucapnya

Lanjut Diko, “kami meminta kepada Presiden Jokowi agar segera mengeluarkan Perpu agar Undang Undang tersebut di hapus apabila tidak dilaksanakan kami meminta agar presiden turun jabatannya, “tutup Diko(dd)