Himpunan Mahasiswa Islam Mengadakan Diskusi Publik Terkait Kontroversi Larangan Eksport Nikel

Betawipost – Jakarta, Himpunan Mahasiswa Islam mengadakan acara diskusi Publik yang bertemakan “ Kontroversi Pelarangan Ekspor Nikel di salah satu retoran di bilangan cikini Jakarta pusat pada senin sore 11/11/2019.

Acara diskusi ini di hadiri oleh sejumlah mahasiswa dan mahasiswi dan juga dihadiri oleh narasumber diantaranya pengamat pertambangan DR Hanifah Sutrisna , Sekjen Asosiasi Pertambangan Nikel Meydi Lengkey, Sekjen PB HMI dr. Taufan Tuarita , dan sebagai moderator Ma’ruf.

Kami pun mewawancarai salah satu narasumber pengamat pertambangan DR. Hanifah Sutisna terkait kontroversi pertambangan dirinya mengatakan,”sebenernya kontroversi ini sudah tidak ada karena sudah ada solusi dari pemerintah yang sudah diberikan seperti pak menko memanggil seluruh instansi terkaitdan juga pemilik IUP Atau perusahaan-perusahaan yang terkait dengan larangan export ini.” Imbuhnya.

Lanjut DR. Hanif ,” Satu hal yang harus diperhatikan adalah dampak yang di timbulkan karena hanya anjuran bukan dengan landasan hukum yang bisa di ikuti, membuat takut para Investor masuk ke Indonesia, karena mereka takut sewaktu-sewaktu bisa di hentikan dan sewaktu-waktu investor bisa merugi sampai triliunan gara-gara Pemerintah membuat peraturan yang tidak mendukung para investor.”terang DR. Hanif

Kemudian dia juga mengatakan,” Terkait ijin yang di katakan Ibu Meydi yang di persulit , kalau terkait perijinan saya tidak terlibat langsung dengan perijinan tapi ada beberapa hal yang bisa ditarik bahwa pengusaha local cendrung memberikan PR yang lebih banyak untuk melakukkan transaksi atau melakukkan aktivitas penambangan dibandingkan investor yang hanya memiliki smeter, mungkin tidak sesulit itu tetapi pengusaha local merasa terlalu banyak aturan yang perlu di ikuti ,tetapi untuk pengusaha Asing banyak kemudahan seperti Tax Holiday, Tax Allowance banyak hal keuntungan-keuntungan lain yang terkait dengan Nikel dan Mineral lain yang ada di Indonesia.”urainya

Diakhir wawancara dia mengatakan,”Saya Yakin Pak Jokowi sangat concern dan saya pernah berdiskusi dengan Staf Ibu Rini Sumarno terkait dengan mineral ini bahwa BUMN sudah berniat akan membentuk suatu holding BUMN yang specialisasi Mineral dan Pak Jokowi berkali-kali dengan lantang mengatakan bahwa ketahanan Mineral di Indonesia harus menjadi salah satu dari pengelola kita dan harus di lakukan dengan segera jangan di tunda-tunda lagi Jadi satu harapan bagi kami sebagai pengamat pertambangan di Indonesia memiliki mineral yang luar biasa, ada 17 mineral yang langka yang tidak di miliki oleh negara lain.”tutup DR. Hanif Sutisna (dd)