HMI Gelar Aksi Demo “HMI Untuk Negeri Kawal Demokrasi Dan Jaga Persatuan

Betawipost.co.id,Jakarta – Aksi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) saatbaksi demo di depan Kantor KPU Jalan Iman Bonjol Jakarta, “HMI untuk negeri kawal demokrasi dan jaga persatuan”.

Gunawann Al Bima Koordinator Aksi dalam menyampaikan “Pemilu 2019 Demokrasi setengah hati dan Gagapnya Komisi Pemilihan Umum Dalam menyikapi Kecurangan Pemilu. Pemilu serentak 2019 telah usai, banyak harapan yang dinantikan kian redup bersama gantinya hari menuju tanggal 22 Mei 2019. Masyarakat indonesia memberikan haknya yang telah dijamin undangundang ketika memberikan pilihannya dibilik suara.

Pemilu adalah kewajiban berdemokrasi dalam setiap negara yang mengamini suatu sistem yang jalan dan suksesnya ditentukan oleh kehendak masyarakat bersama-sama.

Pesta demokrasi yang baru saja dilalui masyarakat ndonesia, telah dicoreng dan menyisahkan Iuka yang mendalam di hati masyarakat indonesia tatkala hak dan kehendaknya di kebiri oleh praktik kecurangan oleh para pemegang kendali di negara ini Kecurangan pemllu adalah kecelakaan dalam bernegara dan berdemokrasi. Dalam pada itu, kegagapan dan ketidak pecusan Komisi Pemilihan Umum terlihat jelas ketika pemilu kali ini menyisahkan tragedi yang sangat memilukan yaitu selain terjadinya kecurangan yang menguntungkan capres tertenu terdapat memakan banyak korban jiwa yang sampai hari ini terhitung 440 jiwa.

Berangkat dari sejumlah peristiwa tersebut, merupakan proses penyelenggara pemilu dan demokrasi yang sangat buruk sepanjang sejarah pemilu dan demokrasi di indonesia. Karena demokrasi sehat dan baik ada|ah tanpa korban jiwa serta kecurangan yang masif struktur yang motipasinya adalah semata-mata menguntungkan salah satu capres

Komisi Pemilihan Umum enggan berterus terang pada seiuruh masyarakat bahwasanya Pemiiu 2019 penuh praktik kecurangan yang begitu masif dilakukan oleh pihak tertentu untuk menguntungkan paslon tertentu yang syogianya kita evaluasi bersama, karena kacurangan adaiah penghianatan nyata terhadap demokrasi dan negara hukum. Sehingga masyarakat patut mempertanvakan kejelasan $Ikap dan indepedensi intitusi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam mengawal jalan dan suksesnya demokrasi di indonesia.

Komisi Pemilihan Umum sepatutnya bekerja atas dasar profesionalisme dan menjaga indepedenSI institusi iewat kerja jujur dan adil dalam pemilu. Terus publik akan tetap terjaga dan melekat pada pihak penyeienggara (Pemilu) jika dibuktikan dengan kinerja yang jujur serta dapat meyakinkan publik bahwa sesuai dengan aturan perundang undangan. Demokrasi sehat akan memberi hasil yang baik dan positif bagi pemerintah, dan masyarakat pada suatu negara.

Pada kesempatan ini kami menyampaikan tiga poin penting sebagai berikut:

Menolak segala bentuk Intervensi terhadap KPU RI

KPU harus Independen jujur dan adil.

Mengajak seluruh masyarakat Indonesia menjaga kondusifitas demokrasi Indonesia.

“Poin diatas merupakan hasil pengamatan dan kajian kami atas problem yang terjadi pada pemilu 2019 ini perlu segera dilaksanakan demi menjaga konsufitas dan damai adil dan makmurnya masyarakat di negara Indonesia setelah perhelatan pesta demokrasi yakni pemilu”,pungkas Gunawan.