Jaksa Penuntut Umum Menuntut FatkulJanah 3 Tahun Penjarah Karena Terbukti Bersalah Melanggar Pasal 378 Tentang Penipuan

Betawipost – Jakarta.Kasus Penipuan uang sebesar 400 Juta dengan terdakwa Fatkuljanah siang tadi pihak Jaksa Penuntut membacakan perkara tuntutan kepada hakim agar terdakwa dinyatakan bersalah dengan dikenakan pasal 378 tentang penipuan yaitu dengan hukuman penjara selama 3 tahun dan dipotong dengan masa tahanan.

Hakim Pengadilan negeri Jakarta Utarapun mendengar pembacaan Jaksa Penuntut dengan tuntutan tersebut, setelah pembacaan tuntutan pihak pengacara terdakwa menerima tuntutan tersebut tidak berkomentar apapun, dan setelah itu hakimpun akhirnya menunda kembali jadwal persidangan pada hari senin tanggal 30/11/2020 dengan agenda pledoi atau pembelaan
Kuasa team hukum Ricci Ris & Partners,yaitu Hamidah SH dan Rahmad Parsaulian Siregar SH” berhalangan hadir di karenakan ada agenda lain dan saat Ricci(Pelapor) menelepon dengan kuasa hukumnya dihadapan media memberi tahu hasil persidangan tuntutan yang dibacakan Jaksa bahwa Kuasa Hukum dari Ricci(Pelapor) menerangkan bahwa Jaksa Penuntut Umum sangat baik karena dengan tuntutan penjara selama tiga tahun itu merupakan tuntutan yang paling pas bagi seorang penipu seperti dia, ini sudah jelas dengan dikenakannya terdakwa dengan pasal 378,”ucap team Kuasa hukum

Kami berharap diakhir persidangan hakimpun sama bisa memvonis hukuman terdakwa sesuai yang di tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum bahkan lebih dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yaitu dengan pasal 378 yaitu pasal penipuan,”harap kuasa Hukum

Senada dengan Ricci(Pelapor),” saya berharap kasus ini cepat terselesaikan dan apa yang di sampaikan oleh jaksa penuntut umum kepada majelis hakim, saya sangat senang karena terdakwa terbukti bersalah dengan dikenakannya dengan pasal penipuan 378 KUHP paling lama di hukum selama 4 tahun?
Saya sepakat dengan kuasa hukum saya semoga saat vonis hakim menjatuhkan hukuman sama dengan yg di jatuhkan oleh Jaksa Penuntut Umum bahkan bisa lebih.

“agar terdakwa merasa jera dan tidak melakukan penipuan lagi, “tutup Ricci (dd)