Jangan Takut dengan Resesi

Betawipost.co.id.Jakarta-Dalam menghadapi wabah, dengan krisis ekonomi menghantui, diperlukan keseriusan  pemerintah dan segenap elemen masyarakat untuk memasuki fase,”Normal Baru” dan menghindar dari krisis. Presiden Jokowi telah menyatakan, siap dengan langkah langkah extra ondinery.

“Dalam melaksanakan langkah – langkah ekstra tersebut Presiden Jokowi diantaranya telah membubarkan 18 lembaga yang dianggab sudah tidak efektif lagi, Presiden
Jokowi juga telah menumjuk Menteri BUMN (Erik Tohir) sebagai Kordinator Satgas
Pemulihan Ekonomi, yang sekaligus membuktikan, bahwa Indonesia sedang menghadapi ambang Krisis Ekonomi.

DPN KOMBATAN mengapresiasi langkah yang telah diambil oleh Presiden Jokowi, Tetapi, DPN KOMBATAN memendang perlu langkah yang telah diambil Presiden tersebut, haruslah dioptimalkan, dengan penyempurnaan personalia yang duduk/ditunjuk oleh Presiden haruslah mereka yang berkompeten dibidangnya, serta belum mempunyai beban tugas yang berat (menumpuk). Erik Tohir,mungkin dari aspek
kompentensi, sangat mumpuni, tapi yang bersangkutan sekarang sedang memangku tugas dan beban yang tak kalah berat sebagai Menteri BUMN.

Dengan tugas tersebut saja, belum tentu
dapat diemban dengan baik oleh beliau, atau sebaliknya, dengan dengan mengganti Menteri
BUMN dengan yang lain, agar Erik Tohir lebih fokus dan sukses mengemban tugas barunya.
Masih banyak anak bangsa lainnya yang mumpuni,Mengingat wabah virus covid 19 adalah wabah global (dunia) dan kian hari terkesan tidak terkendali, apalagi pada saat ini wabah tersebut telah menembus lebih 100.000 kasus.

maka DPN KOMBATAN berpandangan, sebaiknya pemerintah terlebih dahulu focus
menangani percepatan penuntasan wabah virus covid 19 (akar masalah) dengan
mengoptimalkan tugas dan fungsi Gugus Tugas di semua lini, dengan mengedepankan
pelaksanaan protocol kesehatan yang sangat ketat dan masiv di semua tempat dengan
melibatkan maksimal semua unsur masyarakat, terutama aparat (TNI, POLRI dan Satpol PP), sehingga penyebaran virus covid 19 dapat diminimalisir. Yang terjadi saat ini adalah wabah virus covid 19, sedangkan krisis ekonomi adalah ekses dari wabah tersebut.Cara pandang dan  penanganannya jangan di bolak balik.

Fokus pada “Akar Masalah” (penanganan wabah)nya dulu dan tuntaskan, baru penanganan krisis ekonomi menyertai. Hal ini harus ditempuh, agar krisis ekonomi yang dialami warga bangsa tidak berlarut larut (berkepanjangan) dan dapat segera diatasi, dengan menuntaskan terlebih dahulu akar masalahnya Jangan Takut dengan Resesi..!!!

Pemerintah telah menyiapkan anggaran yang sangat besar, dalam penanganan wabah
dan krisis ini, tetapi dengan anggaran sebesar apapun akan sia sia bila cara penanganan akar
masalahnya tidak tepat, terlebih masih sangat dirasakan bahwa sebagian besar Pembantu
Presiden belum satu perasaan dengan Presiden nya, yang acapkali mengingatkan kita dalam
situasi Krisis dan butuh penghematan serta efektifitas anggaran. Hal tersebut tampak kasat
mata, dibeberapa kementerian yang seolah tidak peduli dengan kondisi bangsa yang sedang dilanda wabah, seperti Kementerian Pertahanan, yang akan melakukan pembelian Alutista dengan anggaran yang sangat besar.

Padahal dalam waktu dekat, pemerintah membutuhkan anggaran yang sangat besar untuk membeli dan memproduksi anti virus yang tidak sedikit, sebagai jurus pamungkas penanganan Pandemi tersebut.Dalam menghadapi persoalan bangsa yang sedang dilanda wabah ini, dibutuhkan
kearifan kita semua dan kepemimpinan nasional yang kuat.

Untuk itu, DPN KOMBATAN sebagai Ormas berbasis Nasionalis yang memiliki andil tidak sedikit dalam pemenangan Presiden Jokowi dalam Pilpres 2019, Melalui Siaran Pers nya merasa terpanggil untuk urun rembuk pemikiran dan gerakan dalam penuntasan wabah covid 19 juga Resesi yang tidak bias kita hindari dari Bumi Nusantara tercinta ini.Madinah