Kang UU Siap Mensejahterakan Pesantren Jika Terpilih

Jakarta-Betawipost.co.id–Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Nomor Urut 1, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan rencana dirinya bersama Ridwan Kamil menerbitkan Peraturan Daerah tentang Pesantren di Jawa Barat bukan isapan jempol belaka. Rindu disebut-sebut siap menginplementasikan rencana tersebut jika terpilh nanti.

 

“Ini sudha menjadi komitmen kami karena kami ingin Jabar juara agama. Makanya perda pesantren ini harus ada,” kata Uu kepada wartawan di sela-sela kegaiatn blusukannya ke sejumlah pasar tradisional dan masjid di Ciamis, Selasa (22/5/2018) siang.

 

Pria yang kerap disapa Kang Uu ini mengatakan jika Perda Pesantren dibutuhkan sebagai upaya proteksi sekaligus stimulasi pemerintah terhadap salah satu lembaga pendidikan keagamaan Islam tersebut. Perda di level provinsi dibutuhkan lantaran aturan terkait penganggaran pendidikan pesantren tak ada di level pemerintah pusat.

 

“Kenapa harus ada Perda? Karena tidak ada nomenklatur di APBN-nya. Kalau jalan misalnya, tidak harus ada Perda, infrastruktur tidak juga. Kalau keagamaan, pesantren, kan, tidak ada. Perda Pesantren itu untuk legalitas payung hukum dalam penganggaran sehingga ada nomenklaturnya,” katanya.

 

Dia belum bisa memastikan berapa jumlah anggaran yang bakal dogelontorkan nantinya jika mereka terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar 2018-2022 mendatang. Yang pasti, Uu menuturkan jika keberadaan perda ini nantinya bakal mengangkat derajat kesejahteraan para guru-guru yang mengajar di pesantren.

 

“Kami tidak menyebut dulu berapa jumlah yang akan dianggarkan oleh Provinsi Jawa Barat untuk menjadi juara dalam bidang agamanya, yang penting payung hukumnya dulu. Setelah payung hukumnya terbit, nanti dihitung sesuai dengan kebutuhan,” ujar dia.

 

Lebih jauh, politisi Parta Persatuan Pembangunan ini menilai pengembangan daya spiritualitas masyarakat juga tak kalah penting dibandingkan dengan pembangunan-pembangunan yang bersifat materialistik. Aspek fisik dan mental dalam pembangunan, imbuh Uu, harus sama-sama diperhatikan.

 

“Yang namanya pemimpin jangan sampai rakyat kalah tiga kosong, kosong keimanan, kosong perut, dan kosong dompet. Tapi sebenarnya kosong perut dan dompet kalau iman tidak kosong tidak berbahaya. Yang berbahaya iman, dompet, perut kosong. Tugas pemerintah adalah mengisi perut masyarakat, dompet, dan keimanan,” kata dia.(madinah)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.