Kohanudnas Gelar acara Latihan Bersama Penanganan Pelanggaran Pesawat Udara Asing Tahun 2020

Betawipost – Jakarta,  Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) Jumat pagi 4 /9/2020 menggelar acara Latihan Bersama Penanganan Pelanggaran Pesawat Udara Asing Setelah Pemaksaan
Mendarat (Force Down), yang acaranya di adakan di Skadron 45 Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta Timur.

Tampak hadir dalam acara Latihan Bersama Penanganan Pelanggaran Pesawat Udara Asing diantaranya Menkopolhukam Mahfud MD,  Sekjen Kemhan,  Kasum TNI Letjen TNI Joni Supriyanto , Pangkohanudnas TNI AU Marsda TNI M Khairil Lubis, Asintel Panglima TNI,  asops Panglima TNI para Asisten KASAU,  Pangkoops 1, Dankorpspaskhas AU,  Danpuspomau, Pangkosekhanudnas 1, Kadisbangopsau, kadiskumau, Danlanud Halim Perdanakusuma dan para pejabat Kementerian/lembaga yang menangani pelanggaran pesawat asing.

Dalam sambutannya, Kasum TNI Letjen TNI Joni Supriyanto,menyampaikan bahwa mengemban tugas menegakkan hukum dan mengamankan wilayah udara yurisdiksi nasional yang telah diamanatkan dalam aturan perundang-undangan bukanlah pekerjaan yang mudah. Terlebih lagi dihadapkan pada luasnya wilayah udara nasional yang harus dijaga, serta keterbatasan sarana dan prasarana maupun aturan perundang-undangan. Namun hal tersebut bukan kendala atau alasan bagi Kohanudnas untuk selalu berupaya melaksanakan tugas selaku penegak kedaulatan wilayah udara yurisdiksi nasional secara optimal.”ucap Letjen TNI Joni Supriyanto dalam sambutannya

Kasum TNI juga mengatakan ,”bahwa penanganan terhadap pesawat udara asing yang melanggar wilayah udara nasional dalam rangka pengamanan wilayah udara untuk kepentingan pertahanan negara dan keselamatan penerbangan, mempunyai arti penting dalam menjaga kedaulatan negara di ruang udara dan menjadi tugas dan tanggung jawab bersama dari Kementerian/Lembaga serta instansi terkait. Penanganan terpadu dilakukan terhadap pesawat udara asing yang tidak memiliki izin dan dipaksa mendarat di Pangkalan Udara oleh pesawat udara TNI AU.

Lanjut Letjen TNI Joni Supriyanto,” dilatihkannya tahapan prosedur terpadu penanganan pesawat setelah pemaksaan mendarat adalah sebagai implementasi kesepakatan bersama sekaligus melihat efektivitas, efisiensi serta sinergitas Kementerian/Lembaga dan instansi terkait dalam percepatan penanganan dan antisipasi kemungkinan terjadinya hambatan yang dapat menggagalkan tugas-tugas penegakan hukum oleh para pemangku kepentingan demi terciptanya pertahanan dan keamanan negara serta keselamatan penerbangan.

Kasum TNI berharap kepada semua pihak yang terlibat dalam latihan ini, dapat benar-benar mengerti dan memahami rangkaian materi latihan secara baik dan utuh. Seluruh personel yang terlibat dalam latihan ini hendaknya dapat melaksanakan tugas dan perannya secara efektif, efisien dan profesional sehingga latihan dapat berjalan dengan lancar dan tujuan serta sasaran latihan dapat tercapai.”imbuhnya

Senada dengan Menkopolhukam Mahfud MD ,”bahwa latihan bersama ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan penandatanganan kesepakatan bersama tentang penanganan pesawat udara asing setelah pemaksaan mendarat yang dulu penandatanganannya dilakukan pada tanggal 24 Februari tahun 2020.”terang Mahfud

Kemudian beliau juga menjelaskan,”Mengacu pada kejadian adanya Force Down yang dilakukan oleh TNI Angkatan Udara kepada Ethiopian Airlines pada tanggal 14 Januari 2019 yang lalu yang kemudian telah menyadarkan kita atau memberi peringatan kepada kita semua terhadap pentingnya koordinasi antara kementerian dan lembaga khususnya dalam rangka penanganan pesawat udara yang telah di forcedown,  dengan adanya latihan bersama yang kita baru saja saksikan tadi maka dapat kita lihat telah adanya kesiapan untuk koordinasi antar unit kerja kementerian dan lembaga di yang ada,” ucap Mahfud pada saat Sambutan

Dalam latihan bersama penanganan pelanggaran pesawat udara asing ini dipimpin oleh TNI AU dan melibatkan tim investigasi terpadu di antaranya Ditjen imigrasi, Ditjen bea dan cukai, Ditjen perhubungan Udara, kesehatan bandara dan badan karantina.(dd)