Kuasa Hukum KH. Alwan S : Akte Jual Beli Yansen Tidah Sah diduga ada Pemalsuan Tanda Tangan

 

Betawipost – Bogor. Secara hukum akte jual beli Yansen tidah sah diduga ada pemalsuan tanda tangan karena pemilik sah Kyai Alwan tidak merasa menandatangani jual beli kepada saudara Yansen,”Ucap Ricci. SH Kuasa KH. Alwan Surya, pernyataan ini disampaikan pada saat Ricci Ris & Partners Team Kuasa Hukum KH Alwan Surya mendatangi Ke Kecamatan Parung Panjang pada senin pagi 16/11/2020.

Ricci Ris & Partners Team Kuasa Hukum KH Alwan juga mendatangi Kantor Desa Dago Parung Panjang Bogor Barat dengan tujuan untuk menelusuri dugaan pemalsuan Akte Jual Beli Tanah dari Pak KH Alwan Surya Ke Yansen Antonio pada tahun 2013, sedangkan KH Alwan tidak merasa menjual tanah kesiapapun dan Akte Jual Beli aslinyapun hilang.

Tampak hadir Pak Camat Icang Aliudin dan Pak Mahfud Saripudin Staff di kecamatan yang kala itu menjadi kepala desa Dago yang juga merupakan saksi, duduk bareng berdiskusi mengenai surat-surat yang menurut Pak Camat ada dua Akte Jual Beli yang satu akte jual beli antara H. Moh. Naseh dengan KH Alwan Surya dan yang satunya antara KH. Alwan dengan Yansen,Pihak Kecamatan tidak bisa melegalisir akte milik KH Alwan karena nanti akan ada dua akte jual beli asli, ” tutur Pak Camat.

Kecamatan tidak bisa memberikan atau mengeluarkan Surat Keterangan berita acara dan Surat Letter C karena itu adalah Produk Desa bukan kecamatan dan kami baru bisa memberikan legalisir apabila Sdr Yansen mangkir dari 3x panggilan untuk datang menjelaskan duduk permasalahan,”tegas Pak Camat.

kuasa Hukum Pelapor mengulangi terus penyataannya bahwa secara hukum akte jual beli Yansen tidah sah diduga ada pemalsuan tanda tangan karena pemilik sah Kyai Alwan tidak merasa menandatangani jual beli kepada saudara Yansen dan para-para saksi mengucakapkan lupa atas tanda tangan Akte Jual Beli milik Yansen tetapi para saksi ingat saat tanda tangan akte jual beli milik klien kami KH.Alwan dan selain itu kita hanya menunggu itikad baik saksi-saksi untuk mengungkap siapa dalang yang menanda tangani Surat Akte Jual beli karena saya mempunyai data yg cukup jelas kalau Akte Jual Beli milik Yansen itu bukan tanda tangan KH.Alwan Surya ,”ucap Ricci SH pada saat bertemu camat

Dari team kuasa hukum KH Alwan meyakini bahwa akte jual beli milik clientnya lah yang asli karena clientnya tidak merasa menjual kesiapapun, tetapi tiba-tiba adanya pengkavlingan tanah miliknya oleh pihak Sdr Yansen,” ucap Ricci.

Selain itu juga selaku saksi Mahfud yang juga merupakan Staff di Kecamatan Parung Panjang yang kala itu menjabat kepala desa Dago dan menjadi saksi saat Akte Jual beli milik KH.Alwan dan Yansen ikut menjelaskan,” kalau dia juga merasa ragu akan penandatangan akte jual beli milik Sdr Yansen dan proses penandatanganan akte, tetapi saya meyakini milik KH Alwan adalah asli.”ucap Mahfud didepan kuasa Hukum KH. Alwan

Menindaklanjuti Pak Mahfud dan arahan dari Pak Camat Icang yang tak dapat mengeluarkan surat keterangan tentang pembelian tanah dari Ahli Waris H.Moh Naseh ke KH Alwan Surya yang dilakukkan di tahun 2012, Ricci Ris & Partners team kuasa Hukum dari KH. Alwan mendatangi kantor Kepala Desa Dago Parung Panjang dan bertemu dengan Pak Kades Muhdom serta Sekdes Pak Aang Rukman , mereka sangat cooperatif mau membantu sesuai dengan SOP

“Pada dasarnya apabila dokumen atau akte milik KH. Alwan ada di kami, kami Insya Allah bisa membantu”, tetapi kalau tidak ada , kami tidak bisa membuat surat keterangan karena tidak ada dasar surat dan membenarkan tentang surat pemanggilan kepada Sdr Yansen dilakukkan sebanyak 3x dan baru dilakukkan 1x, tetapi sdr Yansen mangkir hadir dengan alasan sedang berobat ke Luar Negeri di Singapore dan yang menerima surat tersebut adalah Pak Sofyan yang katanya adalah kuasa dari Sdr Yansen, tetapi kami akan melayangkan surat panggilan kedua hari ini atau besok untuk dijadwalkan hari Rabu atau kamis ini, yang mana surat akan di antar oleh staff Kades langsung, ” ucap Pak Kades.

Lanjut Pak Kades, “Kami pun belum pernah melihat sosok Saudara Yansen seperti apa, karena kami juga penasaran selama ini hanya Bapak Sofyan yang bolak balik ke Kantor Desa dan menunjukkan surat kuasa dr Sdr Yansen dan akte jual beli, jadi kami akan terus berusaha menghadirkan sdr Yansen untuk hadir atau akan dianggap fiktif, ” kata Pak Kades.

Kemudian Sekdes wilayah desa dago yang juga merupakan Saksi dirinya masih belum menyadari bahwa ada kasus tanah atau Akte Jual Beli yang dirinya tanda tangani kapan dan dimana dirinya tangan menurutnya lupa, “ujar Aang Sekdes desa dago

Harapan saya adalah Sdr Yansen dapat segera memenuhi panggilan agar masalah dugaan pemalsuan akte jual beli tanah ini cepat selesai,” tutup Pak Kades. (Dd)