MASPI dan ASTRABI Bekerja Sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Gelar Kejuaran Silat Melalui Virtual Digital

Betawipost – Jakarta, Sabtu Pagi 22/8/2020 Masyarakat Pencak Silat Indonesia Bersama Asosiasi Tradisi Silat Betawi dan Direktorat Pengembangan dan pemanfaatan Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menggelar lomba virtual temu silat betawi yartunjukan jurus jurus silat dan kemampuan melakukan beladiri, acara temu pendekar secara virtual ini dilaksanakan hingga sore nanti di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah.

Wahdat M Y selaku dewan pendiri masyarakat pencak silat indonesia menjelaskan, “ini sebenarnya kelanjutan dari upaya upaya kita yang emu pendekar yang pernah kita laksanakan pada tahun 2015, sebenarnya kita melakukan aksi kegiatan virtual ini pada bulan maret ,april 2020 yang merupakan program kita karena kita sudah ada penetapan pencak silat sebagai budaya warisan dunia pada akhir desember 2019 di Bogota ,berhubung ada pandemi corona ini apa boleh buat,”kata Wahdat MY

Lanjut Wahdat,” kenapa kita melakukan jakarta , ini menjadi tanggung jawab kita karena memang kebetulan Dijakarta Astrabi merupakan salah satu perguruan, saya melihat sebagai suatu upaya yang luar biasa terhadap pemeliharaan tradisi Astrabi melakukan upaya upaya yang luar biasa dan tentunya MASPI sebagai suatu Komunitas sudah menjalin hubungan dengan Astrabi kita jadinya merealisasikannya dijakarta biasanya dibandung dan ini juga memberikan jawaban bahwa sesungguhnya setelah proses penetapan Pencak silat harus naik kelas, kita harus cerdas kita hasus memberikan ide dan gagasan tidak semata mata memberikan aksi aks yang bersifat tehnis karena bagaimanapun juga pencak silat bukan lagi jadi milik kita sesungguhnya setelah penetapan tetapi sudah menjadi global bukan milik indonesia saja tetapi sudah menjadi milik dunia jadi sangat tidak elok kita sebagai pemilik tidak melakukan upaya upaya pelestarian,”terang Wahdat.

Dan ini satu jawaban kebetulan bahwa Astrabi Volume kegiatannya begitu tinggi dan tentunya kita ingin merangkul kekuatan komunitas tradisi terutama dengan Astrabi dan ini bukan kegiatan terakhir tentunya akan ada kegiatan kegiatan yang lebih besar insya Allah di 2021 apabila Pandemi ini berakhir kita akan ada lagi event event yang lebih besar.”kata Dewan Pendiri

Beliau mengatakan dengan tegas,” setelah adanya penetapan ini kita harus lebih cerdas bukan hanya melakukan kegiatan yang bersifat tehnis tapi jangan lupa pengakuan Unesco pada kita itu ada kata plus tradisi pencak silat untuk kemanusiaan jadi ini yang harus kita syukuri menurut dirjen kebudayaan ini adalah merupakan peninggalan peradaban Indonesia yang sebelumnya di akui oleh nenek moyang kita ribuan tahun yang lalu, kalau peradaban ini punah sama saja hilangnya peradaban satu bangsa jadi menurut saya ini bukan suatu kewajiban Astarabi dan MASPI saja sesungguhnya negara harus hadir disini tidak hanya membantu secara Financial tetapi secara moral ,secara politis juga harus ada peran dari pemerintah, harus ada fakta fakta yang lebih realistis, “urai Wahdi MY

Senada dengan Ketua Korwil Jakarta MASPI H. Anwar Al Batawi yang juga sebagai Ketua Umum ASTRABI dalam sambutan dan wawancaranya bersama Awak media beliau menjelaskan, “Kegiatan ini diselenggarakan oleh MASPI yang di ikuti oleh peserta sebanyak 42 peserta dan saya sangat bangga dalam pelaksanaan kegiatan pada hari ini,karena pada pelaksanaan kegiatan pada hari ini juga ada 1 perguruan silat dari Itali yang ikut serta ,ini sangat berdapak positif dan dari terselenggaranya kegiatan ini diharapkan akan terus keberlanjutan bukan suatu halangan untuk terus berkarya karena pada saat ini ada Pandemi Virus Corona yang memang memberikan imbas kepada kita, dari event ini MASPI mudah mudahan akan membuat Festival Virtual Internasional kedepannya dan diharapkan akan diikuti oleh setiap negara,”ucap Anwar Albatawi

Anwar juga mengatakan,”saya berharap hari ini temen temen di eropa atau negara yang lainnya karena berhubung kegiatan ini Live mereka bisa melihat secara langsung dan mungkin bisa bangkit kembali bahwa pencak silat yang di kembangkan oleh Bapak Pencak Sikat Dunia bisa terus bergulir dan suatu saat pada akhirnya kita bisa menikmati apa yang sudah diperjuangkan oleh bapak pencak silat dunia H. Edy Nalapraya dan suatu saat kita akan melakukan yang terbaik lagi untuk bangsa dan negara,” Jelasnya

Kemudian beliau juga menjelaskan ,” dari 42 peserta yang ikut serta dari dalam maupun luar negeri ini bukan suatu hal yang memuaskan bagi kita ,tetapi kami akan membuat hal yang lebih besar karena, kegiatan pada hari ini kerja bareng antara MASPI, ASTRABI dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ,dari even ini kita akan memulai terobosan terobosan baru agar para pesilat yang terkena dampak Covid 19 ini mulai aktif kembali dan hari ini kita buktikan walau hanya 42 perguruan tetapi apa yang kita harapkan terlaksana yaitu bagaimana teman teman memulai kembali kreatifitas di perguruan masing masing dan pada hari ini pula MASPI dan ASTRABI sudah membuktikan bahwa dalam kondisi wabah saat ini kami tidak berdiam diri, karena kenapa tanggung jawab kita bersama sebagai warga negara Indonesia ketika Pencak Silat sudah di akui dunia ,maka wajiblah kita sebagai pelaku untuk mempertahankannya jangan sampai lima tahun kedepan kita menjadi penonton, dan saya selaku Korwil MASPI berharap apa yang kami buat pada hari ini bisa memberikan energi baru kepada teman teman bahwa yuk kita sudahi dampak dari wabah Covid ini mari kita mulai berkreasi kembali kita buka perguruan kita masing masing kembali namun tetap menjaga protokoler Covid 19,”tutup H. Anwar Albatawi