Bos Kasino Batam Dijerat TPPU, Bareskrim Mulai Telusuri Jejak Uang Bareskrim Polri memperluas penyidikan kasus dugaan perjudian kasino di Batam, Kepulauan Riau. Pemilik Nine Stage Lounge and Bar, Suwanda alias Akau, kini tidak hanya diproses terkait perjudian, tetapi juga dijerat dengan ketentuan tindak pidana pencucian uang atau TPPU.
Wakil Kepala Bareskrim Polri Irjen Nunung Syaifuddin menyampaikan perkembangan tersebut pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Langkah ini membuat penyidikan bergerak lebih jauh dari aktivitas perjudian yang ditemukan saat penggerebekan. Polisi mempunyai ruang untuk menelusuri harta, transaksi, rekening, aset, serta dugaan penggunaan uang yang berkaitan dengan hasil perjudian.
Kasus bermula dari operasi tim gabungan Bareskrim Polri, Polda Kepulauan Riau dan Polresta Barelang di Nine Stage Lounge and Bar, kawasan Nagoya, Batam, pada 15 Agustus 2026. Sebanyak 197 orang diamankan dalam operasi tersebut. Polisi juga menemukan uang tunai sekitar Rp7,79 miliar serta 105 mesin permainan yang diduga digunakan dalam aktivitas kasino.
Penambahan TPPU terhadap pemilik membuka babak baru penyidikan. Fokus aparat kini tidak semata menentukan siapa menjalankan meja permainan atau menerima taruhan, tetapi juga mencari ke mana uang bergerak setelah aktivitas perjudian berlangsung.
Suwanda alias Akau Kini Dikenakan TPPU
Nama lengkap pemilik lokasi baru diungkap lebih jelas setelah penyidikan berkembang. Polisi sebelumnya menggunakan inisial A ketika menjelaskan pemilik tempat perjudian yang diamankan.
Bareskrim kemudian menyebut tersangka tersebut sebagai Suwanda alias Akau. Nunung menyatakan pemilik kasino itu dikenakan pidana terkait perjudian sekaligus pencucian uang.
Penambahan tuduhan pencucian uang penting karena jenis penyidikan ini mempunyai cakupan berbeda.
Dalam perkara perjudian, penyidik berusaha membuktikan aktivitas permainan, penyediaan tempat, pengelolaan, keterlibatan tersangka, serta hubungan antara pemain dan penyelenggara.
Penyidikan pencucian uang bergerak menuju harta yang diduga berasal dari tindak pidana tersebut.
Penyidik dapat menelusuri apakah terdapat uang yang ditempatkan dalam rekening, dipindahkan, digunakan membeli aset, dialihkan kepada pihak lain, atau diubah dalam bentuk tertentu.
“Menurut penulis, penerapan TPPU membuat perkara ini tidak berhenti pada meja kasino. Pertanyaan yang menjadi semakin penting justru berapa besar uang yang dihasilkan dan ke mana seluruh keuntungan itu bergerak.”
Kasino Digerebek Setelah Penyelidikan Hampir Tiga Bulan
Penggerebekan Nine Stage Lounge and Bar bukan operasi yang dilakukan secara mendadak.
Nunung menjelaskan Bareskrim telah melakukan penyelidikan selama sekitar dua sampai tiga bulan. Informasi awal diperoleh dari masyarakat, media, serta sejumlah pihak di Batam yang mengetahui keberadaan aktivitas tersebut.
Polisi kemudian melakukan penindakan pada Sabtu malam, 15 Agustus, sekitar pukul 21.30 WIB.
Lokasinya berada di kawasan Ruko Nagoya Indah, Batu Selicin, Batam. Kawasan Nagoya dikenal sebagai salah satu pusat komersial dan hiburan yang ramai di kota tersebut.
Ketika petugas masuk, aktivitas di lokasi sedang berlangsung.
Besarnya jumlah orang yang ditemukan menjadi salah satu petunjuk bahwa tempat tersebut mempunyai susunan operasional yang cukup luas.
Polisi tidak hanya menemukan pemain, tetapi juga orang yang diduga menjalankan berbagai fungsi pendukung.
Sebanyak 197 Orang Sempat Diamankan
Hasil pendataan awal memperlihatkan terdapat 197 orang dengan berbagai peran di lokasi.
Menurut keterangan kepolisian, mereka terdiri atas satu pemilik, dua manajer, lima kasir, satu pengawas, 25 penukar chip, 65 dealer atau bandar, dua petugas pemasaran, serta 96 pemain.
Komposisi tersebut menunjukkan aktivitas yang ditemukan polisi diduga mempunyai pembagian pekerjaan.
Penukar chip mempunyai fungsi berbeda dengan dealer. Kasir mengurus bagian lain, sementara pengawas dan manajemen mempunyai tanggung jawab yang juga berbeda.
Dari 96 pemain yang berada di lokasi, 86 merupakan warga negara Indonesia.
Sepuluh lainnya merupakan warga negara asing yang terdiri atas tujuh warga China, dua warga Singapura dan satu warga Malaysia.
Tidak seluruh 197 orang kemudian diperlakukan sebagai tersangka.
Penyidik melakukan pemeriksaan untuk menentukan siapa yang mempunyai peran dalam penyelenggaraan dan siapa yang berada pada posisi berbeda saat penggerebekan.
Sembilan Orang Dibawa ke Jakarta
Setelah pemeriksaan awal di Batam, sembilan tersangka dibawa menuju Gedung Bareskrim Polri di Jakarta pada 18 Agustus 2026.
Mereka terdiri atas tujuh laki laki dan dua perempuan.
Kasat Resmob Bareskrim Polri Kombes Arsya Khadafi mengatakan pemindahan dilakukan untuk pemeriksaan lebih mendalam bersama barang bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut.
Para tersangka tiba sekitar pukul 15.33 WIB dalam pengawalan petugas.
Sejumlah koper dan barang bukti juga dibawa bersama rombongan.
Langkah membawa tersangka ke Jakarta menandai pengambilalihan pemeriksaan lanjutan pada tingkat Bareskrim.
Suwanda termasuk tersangka utama yang dibawa untuk menjalani proses tersebut.
Polisi Menyita Uang Hampir Rp8 Miliar
Salah satu temuan terbesar dalam penggerebekan adalah uang tunai.
Polda Kepulauan Riau menyebut jumlahnya sekitar Rp7,79 miliar. Selain uang, aparat menyita 105 unit mesin permainan serta berbagai perlengkapan yang ditemukan di lokasi.
Uang sebanyak itu kemudian menjadi salah satu bagian penting dalam penyidikan.
Namun, keberadaan uang di tempat perjudian tidak otomatis berarti seluruhnya sudah dapat dianggap sebagai hasil tindak pidana yang terbukti secara hukum.
Penyidik harus menentukan asal setiap bagian yang relevan, hubungan dengan aktivitas perjudian, kepemilikan, serta mekanisme perputarannya.
Proses tersebut menjadi semakin penting ketika tersangka utama juga dikenakan ketentuan pencucian uang.
Jejak uang dapat membantu penyidik mengetahui skala aktivitas yang berlangsung sebelum penggerebekan.
Tiga Brankas Ditemukan dalam Operasi
Dalam penindakan di lokasi, polisi juga menemukan tiga brankas.
ANTARA melaporkan brankas tersebut menjadi bagian dari barang bukti yang berisi uang tunai dalam jumlah besar. Total uang yang disita dalam operasi mencapai sekitar Rp7 miliar lebih.
Brankas dapat memberi petunjuk mengenai cara uang disimpan di tempat tersebut.
Namun, penyidik masih perlu mencocokkan uang fisik dengan catatan transaksi yang mungkin ditemukan.
Dalam bisnis yang mempunyai transaksi tunai sangat tinggi, pencatatan internal menjadi bagian penting untuk mengetahui jumlah pemasukan dan pengeluaran.
Apabila terdapat buku, perangkat komputer, telepon, rekaman transaksi atau dokumen keuangan, data tersebut dapat digunakan untuk menyusun pergerakan uang.
Dari sinilah penyidikan TPPU biasanya memperoleh nilai tambahan dibandingkan hanya memeriksa uang yang ditemukan pada malam penggerebekan.
Rumah yang Diduga Milik Pemilik Juga Digeledah
Penyidik tidak berhenti melakukan pemeriksaan di Nine Stage Lounge and Bar.
Rumah mewah yang diduga berkaitan dengan pemilik kasino di Cluster Rosewood, Bengkong, Batam, juga digeledah pada 17 Agustus.
Polda Kepulauan Riau membenarkan penggeledahan tersebut. Sejumlah barang dibawa penyidik dari lokasi untuk diperiksa lebih lanjut.
Penggeledahan tempat tinggal dapat membantu aparat mencari dokumen, perangkat elektronik, catatan keuangan, bukti kepemilikan aset, serta barang lain yang mempunyai hubungan dengan perkara.
Belum seluruh barang yang dibawa dari rumah tersebut diumumkan secara terperinci.
Karena proses hukum masih berjalan, nilai maupun status aset yang ditemukan juga belum dapat dianggap sebagai hasil perjudian sebelum penyidik mempunyai bukti pendukung.
Mengapa Pasal TPPU Penting dalam Kasus Perjudian
TPPU digunakan untuk menindak proses menyembunyikan atau menyamarkan harta yang berasal dari kejahatan.
Perjudian termasuk salah satu tindak pidana yang dapat menjadi sumber harta dalam perkara pencucian uang.
Sejak KUHP nasional berlaku pada 2 Januari 2026, rumusan utama tindak pidana pencucian uang ditempatkan dalam Pasal 607 Undang Undang Nomor 1 Tahun 2023. Aturan tersebut menggantikan beberapa ketentuan pidana yang sebelumnya berada dalam Pasal 2, Pasal 3, Pasal 4 dan Pasal 5 Undang Undang Nomor 8 Tahun 2010.
Pasal 607 secara khusus memasukkan perjudian sebagai salah satu tindak pidana asal yang hasil hartanya dapat berkaitan dengan pencucian uang.
Undang Undang Nomor 8 Tahun 2010 sendiri tidak seluruhnya hilang. Sebagian besar kerangka pencegahan, pelaporan, penelusuran, kelembagaan dan penanganan TPPU tetap berlaku. Yang dipindahkan ke KUHP terutama rumusan tindak pidana tertentu sebagaimana ditetapkan dalam aturan baru.
Ancaman Pidana Pencucian Uang Bisa Sangat Berat
Pasal 607 membedakan beberapa bentuk perbuatan pencucian uang.
Seseorang yang menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan atau melakukan tindakan lain terhadap harta hasil tindak pidana dengan tujuan menyembunyikan asalnya dapat menghadapi pidana penjara paling lama 15 tahun.
Perbuatan menyembunyikan atau menyamarkan asal, sumber, lokasi, penggunaan atau kepemilikan sebenarnya terhadap harta hasil tindak pidana juga dapat diancam pidana penjara sampai 15 tahun.
Namun, Bareskrim dalam keterangan terbarunya belum memerinci ayat Pasal 607 mana yang secara khusus diterapkan kepada Suwanda.
Karena itu, tidak tepat menyimpulkan bentuk pencucian uang yang dituduhkan sebelum penyidik mengumumkan konstruksi perkara secara lengkap.
Informasi yang sudah dikonfirmasi baru menunjukkan tersangka dikenakan perkara perjudian serta pencucian uang.
Perjudian Kini Diatur dalam KUHP Nasional
Aturan mengenai perjudian juga mengalami perubahan sejak KUHP nasional berlaku awal 2026.
Pasal 426 KUHP mengatur orang yang tanpa izin menawarkan atau memberikan kesempatan untuk bermain judi, menjadikannya sebagai mata pencaharian, atau turut serta dalam perusahaan perjudian.
Ancaman maksimal bagi perbuatan yang tercantum dalam pasal tersebut adalah sembilan tahun penjara atau pidana denda sesuai kategori yang ditentukan KUHP.
Sementara orang yang menggunakan kesempatan bermain judi tanpa izin diatur dalam Pasal 427.
Perbedaan antara penyelenggara dan pemain menjadi penting dalam proses penyidikan.
Itulah sebabnya dari 197 orang yang diamankan, aparat perlu memeriksa peran satu per satu sebelum menentukan status hukum.
Pemilik dan manajemen tentu mempunyai posisi berbeda dari seseorang yang datang sebagai pemain.
Penyidikan Bisa Bergerak ke Rekening
Setelah TPPU masuk ke dalam penyidikan, rekening menjadi salah satu sumber informasi yang dapat membantu mengungkap aliran dana.
Penyidik dapat memeriksa apakah terdapat penerimaan yang sesuai dengan aktivitas perjudian, pemindahan dana ke rekening lain, pembayaran terhadap pihak tertentu, atau perubahan uang menjadi aset.
Proses tersebut tidak berarti setiap transaksi tersangka otomatis dianggap ilegal.
Setiap transaksi harus diperiksa hubungan dan sumber dananya.
Uang yang berasal dari usaha lain yang sah harus dapat dibedakan dengan dana yang diduga berasal dari kegiatan perjudian.
Karena itu, analisis rekening biasanya membutuhkan pemeriksaan dalam periode tertentu dan pencocokan dengan dokumen lain.
Aset Bernilai Tinggi Berpotensi Ikut Diperiksa
Penerapan pencucian uang juga memungkinkan penyidik memberi perhatian terhadap aset yang diduga dibeli dengan hasil kejahatan.
Aset tersebut dapat berupa tanah, rumah, kendaraan, rekening, investasi, kepemilikan usaha, barang bernilai tinggi atau bentuk kekayaan lainnya.
Namun, sampai 29 Agustus 2026, Bareskrim belum mengumumkan daftar aset Suwanda yang telah disita secara khusus sebagai hasil dugaan pencucian uang.
Rumah yang digeledah juga tidak otomatis menjadi aset hasil kejahatan hanya karena berkaitan dengan tersangka.
Status kepemilikannya serta sumber dana pembelian tetap harus dibuktikan.
Kehati hatian tersebut penting agar antara tindakan penyidikan dan kesimpulan akhir pengadilan tidak dicampuradukkan.
“TPPU menjadi kuat ketika aparat dapat mengikuti uang dari sumber awal sampai berubah menjadi kekayaan. Nilai penyidikannya bukan sekadar menyita barang mahal, tetapi membuktikan hubungan antara barang tersebut dan tindak pidana asal.”
105 Mesin Permainan Jadi Barang Bukti Penting
Selain uang, polisi menyita 105 mesin permainan dari Nine Stage Lounge and Bar.
Jumlah tersebut memperlihatkan skala fasilitas yang berada di lokasi ketika operasi dilakukan.
Mesin dapat diperiksa untuk mengetahui jenis permainan, sistem penggunaan kredit atau chip, serta hubungan dengan transaksi pemain.
Perangkat elektronik tertentu juga dapat menyimpan data.
Apabila mesin terhubung dengan komputer pusat atau sistem pencatatan, penyidik dapat memeriksa apakah terdapat informasi yang membantu menghitung nilai permainan.
Namun, rincian teknis mesin serta hasil pemeriksaan digital belum diumumkan polisi secara lengkap.
Karena itu, informasi mengenai omzet kasino belum dapat ditetapkan hanya berdasarkan jumlah mesin.
Penukar Chip Menjadi Bagian Menarik dalam Penelusuran Uang
Keberadaan 25 orang yang disebut sebagai penukar chip mempunyai posisi penting untuk memahami sistem transaksi.
Dalam kasino, chip berfungsi mewakili nilai uang di meja permainan. Pemain biasanya menukar uang menjadi chip sebelum bermain dan menukarkannya kembali setelah selesai.
Apabila skema serupa digunakan di Nine Stage, transaksi chip dapat membantu penyidik memperkirakan volume perputaran uang.
Kasir dan penukar chip juga berpotensi mempunyai informasi mengenai jam operasional, jumlah pemain, mekanisme pembayaran serta cara pencatatan.
Namun, polisi belum mengumumkan hasil pemeriksaan lengkap terhadap seluruh pekerja tersebut.
Penyidik masih harus menentukan siapa yang sekadar bekerja dan siapa yang memenuhi unsur pidana berdasarkan tindakan serta pengetahuan masing masing.
Keberadaan Pemain Asing Ikut Menjadi Perhatian
Sepuluh warga negara asing ditemukan di antara pemain.
Mereka terdiri atas warga China, Singapura dan Malaysia.
Keberadaan pemain asing menarik perhatian karena Batam mempunyai posisi geografis yang sangat dekat dengan Singapura dan Malaysia.
Kota tersebut memiliki arus perjalanan internasional tinggi melalui jalur feri serta penerbangan.
Namun, keberadaan warga asing di lokasi tidak otomatis membuktikan operasi kasino tersebut merupakan jaringan perjudian lintas negara.
Penyidik membutuhkan bukti lebih jauh apabila ingin menghubungkan aktivitas dengan pihak di luar Indonesia.
Sampai saat ini, keterangan polisi lebih banyak berpusat pada aktivitas yang berlangsung di lokasi Batam serta struktur pengelolanya.
Pemilik Menjadi Fokus Utama Pengembangan Perkara
Dari seluruh pihak yang diamankan, pemilik mempunyai posisi sentral karena penyidik perlu mengetahui siapa yang membiayai kegiatan dan mengendalikan operasional.
Suwanda kini menghadapi dua lapisan persoalan hukum.
Pertama adalah dugaan keterlibatan dalam penyelenggaraan perjudian.
Kedua adalah dugaan pencucian uang atas harta yang berkaitan dengan tindak pidana tersebut.
Penyidikan kedua perkara dapat saling melengkapi.
Bukti operasional dapat membantu menunjukkan sumber uang. Sebaliknya, jejak finansial dapat memberi gambaran mengenai skala kegiatan yang tidak dapat terlihat hanya dari penggerebekan satu malam.
Nilai Uang Tunai Belum Menggambarkan Seluruh Perputaran Dana
Uang Rp7,79 miliar merupakan jumlah besar, tetapi angka tersebut hanya menggambarkan barang bukti tunai yang ditemukan saat operasi.
Belum ada pernyataan resmi bahwa nilai itu merupakan seluruh omzet Nine Stage Lounge and Bar.
Kasino yang telah berjalan dalam suatu periode dapat mempunyai transaksi yang jauh melampaui uang yang berada dalam brankas pada satu malam.
Sebaliknya, penyidik juga harus memastikan bagian mana dari uang yang mempunyai hubungan langsung dengan perjudian.
Karena itu, pemeriksaan transaksi menjadi penting.
Data rekening, catatan kas, pembayaran, pembelian chip dan berbagai dokumen lain dapat membantu memperkirakan nilai aktivitas sebenarnya.
Polisi Belum Mengumumkan Berapa Lama Kasino Beroperasi
Penyelidikan kepolisian berlangsung sekitar dua sampai tiga bulan sebelum penggerebekan.
Namun, waktu penyelidikan tidak sama dengan lama tempat tersebut beroperasi.
Sampai perkembangan terakhir, belum ada penjelasan resmi terperinci mengenai kapan aktivitas kasino mulai berjalan.
Informasi tersebut penting dalam penyidikan keuangan.
Semakin lama aktivitas berlangsung, semakin panjang periode transaksi yang perlu diperiksa.
Penyidik juga dapat melihat perubahan kekayaan tersangka sebelum dan sesudah periode operasi yang diduga.
Perbandingan tersebut baru mempunyai nilai pembuktian ketika didukung data pendapatan yang sah serta informasi kepemilikan aset.
Penelusuran TPPU Bisa Menjangkau Pihak Lain
Pencucian uang tidak selalu dilakukan hanya oleh orang yang melakukan tindak pidana asal.
Dana dapat dipindahkan atau ditempatkan melalui orang lain, perusahaan, rekening berbeda atau bentuk kepemilikan tertentu.
Karena itu, pengembangan TPPU dapat membawa penyidik kepada pihak baru apabila ditemukan bukti yang cukup.
Meski begitu, kedekatan seseorang dengan tersangka tidak cukup untuk membuatnya ikut dipidana.
Penyidik harus membuktikan tindakan, pengetahuan serta hubungan orang tersebut dengan harta yang dipersoalkan.
Hal ini berlaku pula terhadap keluarga, mitra usaha maupun pihak yang pernah menerima pembayaran.
Pemeriksaan transaksi tidak otomatis berarti penerima dana menjadi tersangka.
Kasus Kini Bergeser dari Penggerebekan ke Penelusuran Kekayaan
Dua pekan pertama perkara Nine Stage banyak diwarnai penggerebekan, pengamanan ratusan orang, penyitaan mesin dan pemindahan sembilan tersangka ke Jakarta.
Perkembangan pada 29 Agustus menunjukkan arah yang berbeda.
Bareskrim mulai membawa perkara menuju penelusuran keuangan dengan menjerat Suwanda menggunakan ketentuan pencucian uang.
Langkah tersebut membuat hasil penyidikan berikutnya akan sangat bergantung pada kemampuan aparat menemukan hubungan antara uang, aset dan aktivitas perjudian.
Barang bukti Rp7,79 miliar dapat menjadi titik awal, tetapi bukan satu satunya objek pemeriksaan.
Rekening, aset, dokumen perusahaan, transaksi digital serta hubungan keuangan dengan pihak lain berpotensi menjadi bagian penting ketika penyidik menyusun konstruksi perkara.
Suwanda dan delapan tersangka lainnya tetap berada dalam proses hukum dan tuduhan terhadap mereka harus dibuktikan melalui mekanisme peradilan. Bareskrim belum mengumumkan secara lengkap nilai aset yang sedang ditelusuri maupun total transaksi yang diduga berhubungan dengan kasino tersebut. Perkembangan itulah yang akan menentukan seberapa jauh perkara Nine Stage bergerak dari kasus perjudian menjadi penyidikan keuangan berskala lebih besar.






