ORGANISASI YANG BERGABUNG DALAM KONGRES PERJUANGAN MENYATAKAN PERNYATAAN SIKAP

 

 

Betawipost – Jakarta, rabu siang 21/8 Sejumlah organisasi yang mengatasnamakan Konggres Perjuangan diantaranya

1. RNA 98
2. POSKO RELAWAN
3. GERAKAN JAGA INDONESIA
4. POROS BENHIL
5. GERCIN NKRI
6. ENERGI 01
7. GARDA PERAWAT KEBANGSAAN
8. HAWA
9. AKSI BAJA NKRI
10 GENERASI NAWACITA
11. NINJA
12. ALUMNI SMA JARINGAN BERSAMA INDONESIA (ASJBI)
13. RELAWAN JOKOWI
14. JPIP

Mengadakan Konferensi pers melalui pernyataan sikapnya yang dibacakan langsung oleh juru bicara Aznil Tan beliau mengatakan,”

Bahwa kita satu bangsa, kita bersaudara. Tidak ada perbedaan antara kita. Tegak sama tinggi, duduk sama rendah.
Republik ini milik kita bersama.

Bahwa sikap-sikap rasis menghina harkat martabat suku anak bangsa adalah perbuatan yang perlu kita kecam. Harus diproses secara hukum.

Bahwa perilaku rasis pada peristiwa terjadi di Surabaya dan Malang adalah perbuatan sekelompok orang yang kuat diduga bermotif politik untuk menciptakan Indonesia kacau.

Bahwa pernyataan rasis dari aparat adalah perbuatan oknum yang harus ditindak.

Bahwa ada upaya memecah belah persatuan kita menghimbau masyarakat Papua untuk tidak terhasut oleh perilaku-perilaku yg merusak persaudaraan kita tersebut dan kita tetap satu.

Bahwa atas tindakan rasis dan over acting aparat kepolisian terhadap mahasiswa Papua di Jawa Timur sejak tgl 16 Agustus , kami menuntut presiden untuk segera mencopot Kapolda Jatim serta Kapolrestabes Surabaya dan Kapolres Malang

Menuntut Kapolri untuk segera menangkap provokator dari tokoh2 ormas yang sengaja memprovokasi suasana dan mengadu-domba sesama anak bangsa untuk menciptakan kekacauan dengan menyebarkan berita hoax.

Menuntut pihak kepolisian untuk segera memeriksa Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko atas dugaan pernyataannya yang berbau rasis.

Mengapresiasi permintaan maaf Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang telah menunjukan sikap kebersamaan kita sebagai sesama anak bangsa.” Ucap Jurubicara Konggres perjuang Aznil Tan

Dari segi hukum melalui pengacara Suhadi. SH beliau mengatakan,”dari segi hukum aparat juga harus lebih hati hati karena jika dipanjangkan persoalan ini nanti larinya bukan dari aspek hukumnya bisa ke aspek politik jadi benar benar kalau mau disidik,kalau memang ada persoalan hukum itu orang orang yang harus bertanggung jawab yang menciptakan ini menjadi suatu kerusuhan ini jangan takut jika memang ada suatu alat bukti kesalahan ada dipihak A atau dipihak B jangan segan segan hukum harus ditegakkan kalau tidak ini akan menjadi pertanyaan juga buat masyarakat nantinya ,” kata pengacara Suhadi. SH

Kemudian beliau juga menegaskan ,” Saya sangat mengapresiasi dalam langkah langkah hukum dalam masalah ini ,tapi sudah saya katakan jangan tebang pilih atau orang tidak bersalah disalahkan hukum harus menjadi pedang didalam persoalan ini untuk menegakan kebenaran,” ucap Suhadi. SH

Dari unsur agama Gus Sholeh Marjuki juga menyampaikan,” Saya atas nama arek arek surabaya meminta maaf ke pada atas kejadian ini perlu sedikit kita ketahui temen semuanya se materi nusantara karakter surabaya itu memang demikian sebenernya bukan ada niatan rasis di surabaya memperoleh olok dengan sebutan binatang itu biasa ya mungkin lain lubuk lain ilalang jadi lain tempat lain adat istiadat sehingga di tanggapinya seakan akan rasis ya itu sudah terjadi, begitu juga gubernur kita khofifah parawansa sudah meminta maaf kepada seluruh warga papua dan juga kepada gubernur papua dan papua barat mudah mudahan tidak terjadi lagi kita utamakan persatuan dan kesatuan indonesia jangan masalah kecil ini kita perluas dibesar besarkan lagi mari kita belajar bagaimana kita menyikapi dengan kepala dingin ,tidak ada orang satupun yang dirugikan apabila kita berdamai tetapi tidak ada satu orangpun yang diuntungkan apabila kita bertikai ,”tutup Gus Soleh Marjuki.(dd)