Panggung Seni JTS Kemayoran, Betawi berkreasi, inovatif dan berbagi.

 

Betawipost – Jakarta, Pusat kuliner JTS Kemayoran yg berada di tengah-tengah kota peradaban zaman now tidak membuat lupa para pengunjungnya akan seni budaya dan tradisi kampung kita Betawi.
Menurut David Darmawan dipusat JTS Kemayoran memiliki  konsep ekonomi kerakyatan yang profesional dan di kelola secara gotong royong oleh pihak manajemen yang tidak laen adalah salah satu Koperasi kebanggaan masyarakat Betawi yaitu Koperasi JTS (Jakarta Tentram Sejahtera).”ujar bang David pada saat menghadiri acara latihan seni budaya tarian tradisional Betawi pada Hari Sabtu 7/11/2020 Di JTS Kemayoran Jakarta Pusat.
Kehadiran bang David kemaren di sela2 latihan para pegiat seni budaya tarian tradisional Betawi telah menambah corak ciri khas kebetawian pusat kuliner tersebut.
Di hari sabtu siang berpangsi (pangsi adalah kostum tradisional para pendekar/priyayi Betawi tempo dulu dengan warna dan ciri khasnya masing2), kemudian Panglima pangrong atau kependekan dari pangsi ujung serong itulah titel adat yang di berikan oleh bang H. Oding kepada bang H. David Darmawan yg juga selaku ketua umum ormas Betawi bangkit, dan salah satu ormas pendukung BAMUS suku Betawi 1982 yang di pimpin oleh bang H. Oding selaku ketua umumnya.
Lanjut Bang H. David, “Hadirnya Pusat Kuliner JTS yang merupakan perwujudan nyata dari giat kewirausahaan masyarakat Betawi yang tanpa di dukung oleh dana – dana bantuan atau hibah dari APBD Pemprov DKI Jakarta terbukti memberikan arti kata baru dari apa yg di maksud dengan “Kemandirian sosial ekonomi” di kalangan masyarakat Betawi di ibukota.”imbuhnya
Kata bang David, “Betawi berkreasi, berinovasi dan yang terpenting juga yang merupakan ciri khas masyarakat Betawi yaitu berbagi, berbagi rezeki dengan berkolaborasi dengan para pedagang kuliner dari wilayah laen yg berasal dari bumi nusantara ini, kita bisa mendapati hidangan dari Sabang sampai Merauke bahkan khas dari luar negeri.
Sangat luar biasa, pengunjung yg duduk menyantap hidangannya juga dapat merasakan sensasi alami dengan hadirnya kompetisi nyanyian atau merdunya suara burung2 di area pusat kuliner JTS itu sendiri. Tidak lupa dengan hadirnya banyak program2 seni budaya dan live music daerah sampai lagu2 manca negara, melewati dangdut, campursari sampai top pop internasional semuanya live di panggung JTS.”urai Bang David
Kolaborasi seni budaya dan kuliner ini semua di padukan dengan kenyamanan dan keamanan yg di dukung oleh aparat setempat juga tim khusus dari salah satu ormas kebanggaan masyarakat Betawi yaitu FBR (Forum Betawi Rempug).
Bang Iwan Aswan, seniman dan pelukis ternama Betawi yg juga salah satu ikon budaya Betawi hadir dan di jamu bersama-sama tamu yg hadir di JTS sabtu kemarin 7 November 2020. Yg di mana di temani oleh bang h. David yg bersama-sama dengan anggota dari Laskar suku Betawi, bang Raju dari sanggar maen pukulan Betawi muda kemanggisan. Bang Panca dari beksi Kong H. Hasbullah juga hadir. Di sinilah pentingnya Laskar suku Betawi yg juga akan berperan sebagai penjaga tradisi dan budaya di tengah-tengah hiruk pikuknya pengaruh asing di kampung kita. Menjaga Tradisi dan Budaya bukan artinya tertutup tapi belajar dari kemandirian bang Bram, bang Mola panggilan para jawara-jawara kewirausahaan kaum Betawi zaman now.
H. David darmawan menambahkan, “Koperasi JTS merupakan tempat para pemuda kaum Betawi belajar mengisi peradaban untuk masa depan dengan kekinian yg aktif berkolaborasi dengan menjunjung tinggi tradisi yg berinovasi dan mandiri. Layaknya sebuah pantun yg engkong kita selalu lantunin, “Jalan-jalan ke ciawi, berangkatnye naek delman pagi2, yok kite lestariin dan jaga seni budaya Betawi, klo bukan kite siape lagi?”.Kata Bang David.