Peneliti Dari Universitas Dhyana Pura Menghadiri Milad FBR ke 18 di Kemayoran Jakarta Pusat

Betawipost – Jakarta.Minggu siang 8/9/2019 Organisasi Forum Betawi  Rembuk (FBR) Mengadakan Acara HUTnya yang ke 18 di Kemayoran Blok C Pintu 2 Jakarta pusat .

Tampak hadir tim Peneliti dari Universitas Dhyana Pura (Undhira) Bali yaitu Dr. I Wayan Damayana, M.Si., M.M (ketua); Dr. I Wayan Ruspendi Junaedi, S.E., M.A (anggota); dan Dr. Dermawan Waruwu, M.Si (anggota). Tim peneliti merupakan dosen Udhira Bali.

Kamipun mewawancarai ketua team peneliti dari universitas Dhyana Pura  Dr I Wayan Damayana, M.SI. MM dia menjelaskan terkait penelitiannya,”  Dalam penelitian tahun ini mengambil tema “Model Pemberdayaan Militansi Ormas yang Konstruktif untuk Membangun Harmoni Sosial dan Integrasi Bangsa”. Tahun ini mengambil setting masyarakat Betawi dan secara khusus Forum Betawi Rempug (FBR),”ucapnya

Kemudian  Dr I Wayan Damayana, M.SI. MM juga menjelaskan,”Dasar pikir penelitian ini adalah adanya persepsi di kalangan masyarakat bahwa ormas itu identik dengan premannisme, anti kritik, dan tubuh kekar serta bertato. Pertanyaannya adalah apa memang benar demikian? Sebagai akademisi ingin berperan aktif mengkaji dan memberi pandangan positif bahwa lahir, tumbuh, dan berkembangnya ormas tidak lepas dari jaminan dan implementasi UUD 1945 dan UU No. 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas). Ormas adalah hak konstitusional setiap warga negara.”terangnya

Lanjut Dr. I Wayan Damayana ,”Setelah belajar dari FBR atas Izin Pak Kyai Haji Lutfi Hakim, MA., sebagai Ketua dan Imam Besar FBR dan ibu Hj. Yusriah Dzinnun, S.Pd selaku Korwil Jakarta Utara dan sekaligus anggota DPRD DKI jakarta serta teman-teman FBR yg lain. Ternyata persepsi masyarakat selama ini tidak sepenuhnya seperti yang disangkakan bahwa Ormas anarkis. Kalaupun itu ada adalah oknum sifatnya. Ormas FBR berjalan sesuai konstitusi. Tak kenal maka tak sayang itulah pepatah yang dapat kita kaitkan dengan Ormas.”ujar  Dr I Wayan Damayana, M.SI. MM

Menurutnya,”Ada banyak hal positif yang dapat kita pelajari dari Ormas; misalnya tentang loyalitas, keikhlasan, kerempugan, dan lain-lain.

Selanjutnya,”Dalam membangun integrasi dan harmoni sosial bangsa, semua harus mengambil tekad bersama untuk berubah dan belajar dari khilaf, baik persepsi masyarakat terhadap ormas maupun ormas dalam aktivitasnya. Kegiatan ormas lebih menyetuh pada kebutuhan mendasar masyarakat seperti, penyantunan anak yatim, bedah rumah, donor darah, dan sebagainya.Akhirnya, kami dalam penuh kebanggaan atas atensi FBR selama ini terhadap kami.

Diakhir wawancaranya beliau mengatakan ,”Organisasi tetap bertitik tolak dari undang-undang dasar 45 pasal 28 dan undang-undang pemerintah No 17 Tahun 2013 organisasi kemasyarakatan berpartisipasi dalam
pembangunan untuk mewujudkan tujuan nasional dalam
wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang
berdasarkan Pancasila.

Dan kami mengucapkan Selamat atas Milad ke-18 Forum Betawi Rempug dengan tema “Merawat Nalar dan Persaudaraan di Tengah Polarisasi Umat”. Semoga FBR senantiasa imamah dan rempug untuk terus berkarya bagi masyarakat Betawi dan secara umum NKRI.”tutup  Dr I Wayan Damayana, M.SI. MM(dd)