TPKR Hadir Untuk Pendampingan dan Pembelaan Hukum dan Kemanusiaan

Jakarta, -Dalam kesempatan Diskusi dan Launching Tim Pembela Kedaulatan Rakyat ( TPKR) yang berlangsung Sabtu (1/6/2019) di hotel Grand Alia, Cikini Jakarta Pusat, dibahas peran serta Advokat dalam membela kemanusiaan dan memperkuat demokrasi.

Demikian diungkapkan Ketua Tim TPKR, Dr. Ahmad Yani, SH saat menyambut launching TPKR ,Tak ada niat melakukan kerusuhan Peristiwa 21 -22 mei itu terjadi karena kesewenang-wenangan dan pelanggaran HAM, maka dibentuklah Team Pembela Kedaulatan Rakyat ( TPKR).

Ketua tim Dr. Ahmad Yani, SH akan menghimpun para advokat idialis untuk bergabung di TPKR. Inatituai sekaligus instrumen membela kebenaran dan keadilan. Hukum ham dan kedaulatan rakyat . Ini bermula dari Gerakan Kedaulatan Rakyat. Ada dua terminologi, kerusuhan dan tragedi kemanusiaan kemanusiaan.

Profesi membela kedaulatan rakyat sebagai advokat juga akan mengajak advokat di daerah. Hari ini launching di Jakarta, Grand Alia, cikini yang terdiri sudah lima orang. Ini gerakan prodeo tdk mencari untung tapi csr untuk membentuk sebuah lembaga sampai keseluruh Indonesia. Deviai mediasi dan negosiasi, devisi investigasi, devisi advokasi dan pendampingan.

Karena pendampingan maka perlu advokat yang punya lisensi. Karena sekarang banyak orang yang perlu pendampingan karena aksi. Bahkan ada yang belum pulang, maka TPKR akan membentuk posko pengajuan.

Selain dari advokat ada aktifis sebagai tim investigasi.
TPKR untuk menjaga kualitas demokrasi. Advokat adalah profesi mulia dan membutuhkan demokrasi yang sehat. Kerja sebagai advokat berlaku hak imunitasnya. Selain itu juga kerja kerja politik. Organisasi dalam menjaga peran kita, kalau ada umat atau banggsa ditindas kita bela. Kita tidak sendirian dan dalam kepentingan politik. Tapi untuk memperkuat demokrasi.

Dalam diakusi ini bertemakan HAM, Demokrasi dan Kedaulatan Rakyat yaitu
Dr. Ahmad Yani, Natalis Pigai, Prof. Dr. Margarito Khamis, Adrianto, Alun.(Rel,DevaPI)