Kabar meninggalnya penyanyi Israel Yishai Levi pada Juni 2026 menjadi perhatian publik, termasuk di tengah peredaran unggahan media sosial yang mengaitkan kematiannya dengan aktivitas politik dan konflik Palestina. Salah satu versi yang beredar menyebut Levi meninggal setelah bernyanyi dan menghina Islam di Palestina. Namun, penelusuran terhadap pemberitaan media Israel dan sejumlah laporan lain tidak menemukan bukti kredibel bahwa kematiannya terjadi setelah sebuah pertunjukan yang menghina Islam.
Yishai Levi memang telah meninggal dunia. Penyanyi yang dikenal sebagai salah satu nama besar musik Mizrahi Israel tersebut wafat pada 7 Juni 2026 dalam usia 63 tahun. Sehari sebelumnya, pihak keluarga mengumumkan bahwa kondisi kesehatannya serius dan ia sedang menjalani perawatan di rumah sakit. N12 melaporkan Levi bahkan sudah berhenti tampil selama sekitar enam bulan sebelum meninggal. Fakta ini tidak sesuai dengan gambaran bahwa ia meninggal sesaat setelah sebuah pertunjukan kontroversial.
Yishai Levi Meninggal Dunia pada Usia 63 Tahun
Keluarga Yishai Levi mengumumkan kematiannya pada Minggu, 7 Juni 2026. Dalam pernyataan yang diberitakan N12, keluarga menyampaikan kesedihan atas wafatnya Levi pada malam tersebut. Media Israel kemudian memberitakan kematiannya secara luas karena Levi telah berada di industri musik selama puluhan tahun dan dikenal luas dalam genre Mizrahi.
Sebelum pengumuman kematian tersebut muncul, kabar mengenai memburuknya kondisi kesehatan Levi telah beredar. Pada 6 Juni, pihak yang dekat dengannya mengonfirmasi bahwa penyanyi tersebut menjalani perawatan dalam kondisi serius. Mereka ketika itu tidak menjelaskan secara rinci penyakit yang menyebabkan kondisinya memburuk dan meminta publik mengurangi spekulasi mengenai kesehatan Levi.
The Times of Israel juga melaporkan Levi meninggal setelah dirawat dalam kondisi serius. Ketika kabar kematiannya pertama kali diterbitkan, penyebab kematian belum diumumkan kepada publik. Ia meninggalkan istri, empat anak, serta cucu.
Informasi tersebut menjadi bagian penting ketika membahas berbagai klaim yang kemudian muncul di internet. Tidak ada keterangan keluarga dalam laporan awal yang menghubungkan kematian Levi dengan lagu, pernyataan mengenai Islam, ataupun sebuah pertunjukan di wilayah Palestina.
Levi Sudah Berhenti Tampil Beberapa Bulan Sebelum Meninggal
Salah satu informasi yang bertentangan langsung dengan klaim bahwa Levi meninggal setelah bernyanyi adalah kondisi kariernya menjelang kematian. N12 melaporkan penyanyi tersebut telah berhenti melakukan pertunjukan sejak sekitar enam bulan sebelum wafat.
Informasi serupa muncul ketika kesehatannya menjadi perhatian pada awal Juni. Levi tidak lagi aktif seperti sebelumnya dan kondisi pribadinya dijaga cukup tertutup oleh keluarga.
Karena itu, penggunaan kalimat yang menyebut ia baru saja menyanyi lalu meninggal membutuhkan bukti berupa tanggal pertunjukan, lokasi, rekaman lengkap, serta laporan mengenai kejadian setelah acara. Sampai penelusuran dilakukan, rangkaian bukti seperti itu tidak ditemukan dalam laporan media kredibel mengenai kematian Levi.
Hal yang tercatat secara jelas justru perjalanan penyakitnya serta kondisi serius yang membuatnya membutuhkan perawatan medis.
“Kabar mengenai tokoh publik yang meninggal mudah disandingkan dengan video lama dan keterangan baru. Tanggal rekaman, lokasi serta sumber asli menjadi bagian penting sebelum sebuah hubungan sebab akibat dinyatakan sebagai fakta.”
Penyakit Paru Kronis Dilaporkan Menjadi Masalah Kesehatan Levi
Setelah kematiannya, informasi mengenai masalah kesehatan yang dialami Yishai Levi mulai muncul lebih luas. Sejumlah media Israel melaporkan ia telah menghadapi penyakit paru obstruktif kronis atau COPD selama bertahun tahun. Ynet menerbitkan laporan kesehatan mengenai COPD dengan menyebut Levi sebagai penderita penyakit tersebut.
Mako juga memberitakan pada 8 Juni 2026 bahwa Levi telah lama berhadapan dengan penyakit paru kronis COPD. Laporan itu muncul sehari setelah kematiannya.
JNS kemudian melaporkan keterangan dari istrinya bahwa Levi mengalami COPD yang akhirnya diikuti stroke. Laporan mengenai kondisi medis tersebut memberikan penjelasan yang jauh lebih terukur dibandingkan spekulasi bahwa kematiannya berkaitan dengan sebuah lagu atau penghinaan terhadap agama.
Pada pemberitaan awal, beberapa media tetap berhati hati karena penyebab resmi belum diumumkan. Haaretz dan The Times of Israel pada 7 Juni sama sama mencatat bahwa penyebab kematian belum dipublikasikan saat berita pertama diterbitkan.
Klaim Yishai Levi Menghina Islam Tidak Ditemukan dalam Laporan Kredibel
Bagian lain yang perlu diperiksa adalah tudingan bahwa Yishai Levi pernah bernyanyi sambil menghina Islam di Palestina. Dari penelusuran berbagai laporan mengenai Levi, tidak ditemukan bukti kredibel mengenai sebuah pertunjukan menjelang kematiannya yang berisi penghinaan terhadap Islam.
Levi memang pernah membuat pernyataan keras mengenai Gaza. Namun pernyataan politik mengenai Gaza tidak otomatis dapat diubah menjadi klaim bahwa seseorang menghina agama Islam.
Pada Mei 2021, serpihan dari sistem pertahanan Iron Dome dilaporkan jatuh dekat rumah Levi ketika terjadi serangan roket dari Gaza. Dalam wawancara dengan News 12, Levi menyampaikan pernyataan sangat keras kepada pemerintah Israel agar operasi militer di Gaza tidak dihentikan. Mako mencatat perkataan tersebut ketika melaporkan kejadian di sekitar rumahnya.
Pernyataan itu dapat dikritik karena penggunaan bahasa yang sangat agresif terhadap Gaza. Namun laporan tersebut tidak menunjukkan Levi sedang menghina Islam atau ajaran agama tertentu. Peristiwa itu juga terjadi pada Mei 2021, sekitar lima tahun sebelum ia meninggal.
Menyebut pernyataan mengenai Gaza sebagai penghinaan terhadap Islam akan mencampurkan dua hal berbeda, yakni konflik politik dan militer Israel Palestina dengan identitas keagamaan umat Islam.
Pernyataan Levi tentang Gaza pada 2021 Memang Menuai Perhatian
Peristiwa Mei 2021 terjadi ketika konflik antara Israel dan kelompok bersenjata di Gaza meningkat. Saat sirene berbunyi di wilayah tempat Levi tinggal, ia bersama warga lain menuju tempat perlindungan. Setelah situasi mereda, serpihan dilaporkan ditemukan dekat rumahnya.
Levi kemudian berbicara kepada awak media. Ia menggambarkan ketakutan yang dirasakannya ketika mendengar ledakan dan menyatakan simpati kepada masyarakat Israel bagian selatan yang lebih sering menghadapi serangan roket.
Pada bagian berikutnya dari wawancara itu, ia menyampaikan seruan yang jauh lebih keras kepada Perdana Menteri Israel. Pernyataannya mendorong tindakan militer ekstrem terhadap Gaza. Kata kata tersebut tentu dapat dipersoalkan dan dikritik, terutama apabila dipahami sebagai pernyataan yang tidak membedakan kelompok bersenjata dengan penduduk sipil.
Tetapi tetap tidak terdapat penyebutan Islam sebagai sasaran penghinaan dalam laporan tersebut.
Perbedaan ini penting karena Palestina memiliki penduduk dengan latar keagamaan beragam, termasuk Muslim dan Kristen. Kritik, ancaman atau perkataan agresif mengenai sebuah wilayah tidak dapat secara otomatis dikategorikan sebagai penghinaan terhadap satu agama tanpa bukti tambahan.
Video Lama Bisa Membuat Urutan Peristiwa Terlihat Seolah Baru Terjadi
Kesalahan dalam menyusun urutan waktu menjadi salah satu penyebab informasi mengenai tokoh terkenal mudah berubah ketika beredar melalui potongan video. Sebuah rekaman bertahun tahun lalu dapat muncul kembali setelah tokoh dalam video meninggal, lalu diberi keterangan yang membuat kedua peristiwa seolah terjadi dalam waktu berdekatan.
Kasus Yishai Levi mempunyai jarak waktu yang mudah diperiksa. Pernyataannya mengenai Gaza yang diberitakan Mako berlangsung pada Mei 2021. Levi meninggal pada Juni 2026.
Artinya terdapat jarak sekitar lima tahun.
Selain itu, N12 menyebut Levi telah menghentikan aktivitas pertunjukan selama sekitar enam bulan sebelum kematiannya. Kondisi ini membuat klaim mengenai pertunjukan yang dilakukan tepat sebelum kematian membutuhkan pembuktian lebih kuat.
Video yang menampilkan Levi sedang bernyanyi sendiri juga belum membuktikan kapan rekaman tersebut dibuat. Levi menjalani karier musik selama puluhan tahun sehingga terdapat banyak sekali dokumentasi penampilannya yang dapat diunggah ulang kapan saja.
Siapa Yishai Levi dan Mengapa Namanya Terkenal di Israel?
Di luar kontroversi politik, Yishai Levi dikenal sebagai salah satu penyanyi penting dalam musik Mizrahi Israel. Genre tersebut berkembang kuat dengan pengaruh musikal dari komunitas Yahudi yang memiliki akar keluarga di Timur Tengah dan Afrika Utara.
Levi lahir pada 20 Januari 1963. Kariernya tumbuh melalui klub dan berbagai pertunjukan sebelum namanya semakin dikenal luas. Ia menjadi salah satu penyanyi Mizrahi terkenal sejak dekade 1980 dan kemudian menjalani perjalanan karier panjang dengan sejumlah periode naik dan turun.
Beberapa lagu yang sering dikaitkan dengan Levi antara lain Rikud Romanti, Rakdi, Ha’achat Sheli dan Od Hayom. Jerusalem Post mencatat Rikud Romanti, Ha’achat Sheli dan Od Hayom sebagai beberapa karya yang paling dikenal dari penyanyi tersebut.
Pada Mei 2026, sekitar beberapa minggu sebelum kematiannya, katalog Apple Music juga mencatat perilisan sebuah singel live berjudul Isha Ne’emana Live. Keberadaan rilisan digital tersebut tidak berarti Levi melakukan pertunjukan baru pada tanggal perilisan, karena rekaman live dapat diterbitkan setelah proses produksi dilakukan sebelumnya.
Kehidupan Levi Juga Diwarnai Masalah Pribadi Serius
Perjalanan Yishai Levi tidak hanya berisi pencapaian musik. Dalam berbagai profil setelah kematiannya, media Israel kembali menyinggung riwayat panjang kecanduan narkoba yang pernah mengganggu kehidupan pribadi dan kariernya.
N12 mencatat Levi pernah mengalami sejumlah periode penggunaan narkoba dan menjalani upaya rehabilitasi. Ia juga pernah menghadapi perkara pidana. Pada 2003, Levi dijatuhi hukuman setelah perkara yang berkaitan dengan kekerasan terhadap istrinya dan ancaman. Pada periode berikutnya ia kembali menjalani proses hukum setelah membakar apartemen dalam sebuah perselisihan mengenai uang untuk membeli narkoba.
Kehidupan tersebut membuat perjalanan karier Levi kerap digambarkan sebagai perjalanan panjang yang berisi popularitas, kecanduan, masalah hukum, pemulihan dan kembali ke industri musik.
Setelah sejumlah fase tersebut, ia kembali mendapatkan tempat kuat dalam musik Mizrahi. Lagu dan penampilannya terus dikenal hingga generasi yang lebih muda.
Kematian Levi Memunculkan Penghormatan dari Tokoh Musik Israel
Setelah pengumuman kematian Yishai Levi, sejumlah musisi dan tokoh publik Israel memberikan penghormatan. Levi disebut sebagai salah satu suara penting dalam perkembangan musik Mizrahi dan sebagai penyanyi yang berhasil mempertahankan karier selama beberapa dekade.
Pemberitaan mengenai kematiannya berfokus pada kondisi kesehatan, keluarganya dan perjalanan musiknya. The Times of Israel, Haaretz, Jerusalem Post serta N12 sama sama memberitakan kematian Levi tanpa menghubungkannya dengan sebuah kejadian penghinaan terhadap Islam.
Hal tersebut tidak berarti seluruh pernyataan politik Levi harus diabaikan. Komentarnya mengenai Gaza pada 2021 memang tercatat dan dapat dinilai secara kritis berdasarkan perkataan yang benar benar ia sampaikan.
Namun, antara mengatakan bahwa Levi pernah menyerukan tindakan keras terhadap Gaza dengan mengatakan ia meninggal setelah menghina Islam terdapat perbedaan fakta yang besar. Bagian pertama memiliki laporan media yang dapat diperiksa. Bagian kedua belum didukung bukti yang dapat diverifikasi.
Tidak Ada Bukti Kematian Levi Berkaitan dengan Penghinaan terhadap Islam
Informasi yang dapat dipastikan sampai Agustus 2026 adalah Yishai Levi meninggal pada 7 Juni dalam usia 63 tahun setelah sebelumnya dirawat dalam kondisi serius. Ia diketahui memiliki riwayat penyakit paru kronis COPD, sementara laporan berikutnya menyebut kondisi tersebut diikuti stroke.
Tidak ditemukan laporan keluarga, rumah sakit maupun media kredibel yang menyatakan Levi meninggal setelah melakukan penghinaan terhadap Islam.
Tidak ditemukan pula bukti bahwa ia melakukan sebuah pertunjukan di Palestina tepat sebelum kematiannya. Pemberitaan N12 bahkan menunjukkan aktivitas pertunjukannya telah berhenti beberapa bulan sebelumnya karena kondisi kesehatan.
Catatan yang dapat diverifikasi mengenai sikap kontroversial Levi terhadap Palestina adalah pernyataan kerasnya mengenai Gaza pada 2021 setelah insiden serpihan di dekat rumahnya. Pernyataan tersebut berhubungan dengan konflik Gaza dan operasi militer Israel, bukan pernyataan teologis atau penghinaan yang secara khusus ditujukan kepada Islam.
Dengan demikian, penyebutan Yishai Levi sebagai penyanyi yang meninggal dunia setelah bernyanyi dan menghina Islam di Palestina tidak dapat dituliskan sebagai fakta. Informasi yang tersedia justru menunjukkan kematiannya terjadi setelah masalah kesehatan serius yang telah membuatnya berhenti tampil selama berbulan bulan, sementara kontroversi Gaza yang terdokumentasi berasal dari beberapa tahun sebelumnya.






